Setulus Cinta Fatima

Setulus Cinta Fatima

  • WpView
    Reads 4,682
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 13, 2022
Sebaik-baik nya cinta adalah cinta karena Allah SWT. Aku sudah lama menyimpan perasaan ini, aku mencintaimu lewat doaku. Meski aku tidak tau akan kah Allah menyatukan kita. Saat takdir Allah berkata lain, berarti memang itulah yang terbaik. Aku hanya akan menerima dengan ikhlas, karena Allah lebih tau mana yang terbaik bagi hambaNya.
All Rights Reserved
#385
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Cinta dalam Doa
  • Mendaki Bersamamu Menuju Jannah
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • Mendadak Gus
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • Menikahi Wanita Pilihan Abi (Terbit)

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines