Interesting Girl [END]

Interesting Girl [END]

  • WpView
    Reads 1,463,776
  • WpVote
    Votes 72,810
  • WpPart
    Parts 80
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 5, 2021
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Kalau lo beneran nggak hamil lo mau minta cerai?" tanya Arial ragu. Arial melihat Lea mengangguk dengan antusias. "Kita bakalan cerai lalu gue bisa bebas." Entah mengapa Arial merasa takut berpisah dengan Lea sekarang padahal dia jelas-jelas tidak mencintai Lea. Apa yang harus Arial lakukan sekarang? Mempercayai perkataan Lea yang berarti dirinya akan berpisah dengan Lea atau mengabaikannya dan dirinya tak akan berpisah dengan Lea? Walaupun pernikahan ini bukan dilandasi dengan cinta tapi Arial tak ingin pernikahan ini berakhir begitu saja. Pernikahan bukan hal main-main, Arial hanya ingin menikah sekali seumur hidup walaupun bukan dengan orang yang dicintainya. 'Jika lo memang nggak hamil biarkan gue egois kali ini aja Le, gue mau lo tetap ada disisi gue' [PERHATIAN!! Cerita ini banyak mengandung bahasa kasar. Mohon bijak dalam memilih bacaan] 9 in #Night [15 Mei 2020] 4 in #Night [22 Mei 2020] 1 in #Coolgirl [07 Juni 2020] 7 in #Coolboy [18 Juni 2020] 12 in #Broken [25 Juni 2020] 11 in #Broken [29 Juni 2020] 38 in #Teenfiction [17 Juli 2020] 24 in #Teenfiction [20 Juli 2020] 1 in #17 [06 September 2020] 14 in #Highschool [08 September 2020] 8 in #Highschool [20 September 2020] *** Start : 06 February 2020 Finish : 24 Agustus 2020 © Sastia Tyas 2020
All Rights Reserved
#689
coolboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines