Kaligrafi Maitsa

Kaligrafi Maitsa

  • WpView
    Leituras 151
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mai 20, 2020
"Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini." -Ali bin Abi Thalib. Maitsa mengernyitkan dahinya, berkali-kali dadanya terasa dihantam begitu keras kala membaca penuturan bijak khalifah keempat tersebut. Perasaan gundah gulana tak beraturan menggerayanginya. Apa ini karena lelaki itu? Lelaki bermata hazzle dengan sorot yang begitu teduh itu? Lelaki yang tanpa izin melenggang masuk ke dalam hatinya? Batinnya meringis, hatinya semakin pilu karena ia sadar betul bahwa keduanya tak akan pernah bisa bersama. Ia mendesis penuh harap, bersuara begitu lirih, "Ya Allah, jika memang engkau hadirkan perasaan ini hanya untuk melatih kesabaran hamba, maka tolong lapangkanlah dada ini. Janganlah engkau izinkan hamba menggadaikan iman hamba demi perasaan yang terlarang ini." Terlarang. Kata yang tempat menggambarkan dua sejoli yang saling mencintai, namun melantunkan doa pada langit yang berbeda. Tuhan yang berbeda. Mampukah Maitsa bersabar menahan diri atas rasa cintanya serta bersabar agar tak melawan Rabb-nya?
Todos os Direitos Reservados
#276
dakwah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Secretly Yours
  • ALIF (TERBIT)
  • Love Till Jannah [END]
  • Jodoh Terhalang Restu
  • JODOH PILIHAN ABI (revisi Tulis Ulang)
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • AZALEA
  • Tahajjud Cinta [END]

Alysha pikir, setelah lulus kuliah dengan waktu yang terbilang cepat, ia bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya untuk mencapai mimpinya sebagai arsitek muda. Tapi, rencananya jauh meleset karena tiba-tiba ia "diculik" dan dipaksa untuk kembali belajar. Bukan di universitas lain atau melanjutkan studi magister, melainkan belajar agama di sebuah pesantren! Marah pun percuma, ia tidak bisa melawan karena aksesnya dibatasi oleh orang tuanya. Dan satu-satunya jalan adalah menurut dengan penawaran yang ia setujui bersama orang tuanya. Pertama, Alysha harus bertahan selama enam bulan untuk bisa keluar dari pesantren tersebut. Kedua, Alysha boleh melanjutkan studi magisternya jika berhasil menghafal setidaknya sepuluh juz Al-Qur'an. Ketiga, Alysha harus mau dan menerima proyek pertamanya sebagai arsitek untuk membangun dan membuat pesantren yang ia tinggali menjadi lebih baik. Tapi, di luar semua syarat tidak masuk akal itu- menurut Alysha, ada sebuah rahasia yang tidak Alysha tahu. Akankah rahasia itu membuat Alysha semakin betah tinggal di pesantren, atau sebaliknya? ♡ 1 Juni 2025

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo