Tale of Griffin Commanders

Tale of Griffin Commanders

  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 17, 2020
WpInfo
Fanfic
Naruto
Kisah seorang komandan yang baru bertugas di S-16 dan beliau harus melaksanakan tugasnya untuk membimbing para T-dollsnya ke jalan yang benar dan bukan ke jalan yang sesat. Bukan hanya itu saja, dia mendapat cobaan dari tuhan yang maha kuasa dengan masalah-masalah yang harus beliau selesaikan setiap harinya. Begitu pula, dia mendapat kawan komandan lainnya yang bersedia membantunya melalui masa keras ini Inilah kisah kehidupan sehari-hari komandan dan para t-dollsnya. Warning: Mengandung kata kasar dan perlakuan bejat
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Two Hearts, One Mission [Complete]
  • SANG PERWIRA_
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)
  • The Hero Commander (VOLUME 1 : Ghost of Fluoran)
  • Dalam Pelukan Sang Komandan
  • He's My Danton [END]
  • Ketua Kelas

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido