Story cover for Cinta Dalam Doa by PutriSilalahi_04
Cinta Dalam Doa
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 14, 2020
Kupinjam namamu disepertiga malam terakhirku, itupun kalau aku terbangun...:')


Ini kisah tentang gadis berjilbab lebar dengan warna yang selalu hitam, namanya Nurul fadhillah Warhamnah, cahaya kebaikan yang dirahmati demikian maknanya. Itu yang selalu disebutkan sang ayah disetiap hari ulangtahunnya.

"abi, suatu hari nanti mbak akan menjadi seorang enterpreneurship."

"Aamiin, semoga Allah mengabulkan doa putri abi ini."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Cinta Dalam Doa to your library and receive updates
or
#649diam
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI ) cover
Hijrah Cinta cover
Quwwatul Hub  cover
Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah) cover
Anindya   cover
Cinta dalam doa cover
Penghujung Waktu Ashar cover
Antara Salam Dan Shalom✔ cover
Ketulusan cinta AYUNA  [TAMAT] belum Revisi cover

Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )

49 parts Complete

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.