BETWEEN LOVING AND LETTING GO ( antara mencintai dan merelakan)

BETWEEN LOVING AND LETTING GO ( antara mencintai dan merelakan)

  • WpView
    Reads 1,575
  • WpVote
    Votes 501
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
Aku jenuh jika terus jatuh cinta sendirian. Sementara kamu, tidak pernah memahami arti dari tatapan ku setiap aku melihat wajah teduhmu. Mungkin kamu memang tidak pernah menyadari bahwa ada luka di hati seseorang yang selama ini menaruh hati kepadamu. Bahkan hatimu tidak pernah nampak sekalipun bergetar saat aku memilih menyimpan perih dengan memasang wajah pura pura mengerti. Ada hal yang lebih sulit dari sekedar menerima, yaitu tentang dimana aku harus merelakan nya dengan seseorang. Dan kamu menjadi orang pertama dari kisah patah hatiku.. Hati hati sebelum kalian membaca cerita ini lebih lanjut! Siapkan mental, dan perasaan kalian, karna cerita ini mengandung kesal, humor, sedih, nyesek. Semuanya menjadi campur aduk!
All Rights Reserved
#82
masaputihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Goodbye
  • Regrets of Love
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • You Are The Reason
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Patah (Telah Terbit)
  • Backstreet
  • SECOND LEAD

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines