Introvert itu enggak pemalu, hanya saja lebih pendiam dan membicarakan hal-hal yang dirasa penting. Introvert itu katanya aneh, padahal hanya nyentrik dan suka hal-hal yang unik. Mereka bilang introvert itu sombong dan eksklusif, padahal hanya berhati-hati dalam memilih teman dan bersosialisasi.
Menurut teman-teman aku lebih setia mendengarkan. Apalagi di depan orang banyak. Sering kali aku ingin mencoba ikut menceritakan tentang diriku. Tapi rasanya berat sekali untuk bicara, aku punya teman dekat tempat berbagi cerita, hanya saja orangnya itu-itu terus.
Aku juga beberapa kali mencoba untuk menjadi ekstrovert, tapi nihil. Ini membuatku tidak nyaman dan melelahkan.
Menurutku, aku akan bicara jika itu ku anggap penting, seperti presentasi, mengklarifikasi masalah. Jika hanya sekedar ngobrol dan berbagi cerita, ah rasanya sulit. Aku lebih nyaman menceritakan hidupku di karya tulisanku hehe
Hai... Namaku Emily. Aku seorang wanita berusia dua puluh tiga tahun. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Zodiakku Aquarius dan aku seorang introvert.
Sejak kecil aku lebih suka menyendiri. Aku tak suka keramaian, terlebih jika banyak orang yang tak ku kenal berada di sekitarku. Bisa di bilang aku cukup pendiam, namun jika aku sudah bertemu dengan teman yang akrab, maka aku akan lebih banyak bicara.
Saat aku kecil, aku kira aku hanya seorang yang sangat pemalu hingga menjauhi berbagai macam hal yang berhubungan dengan interaksi sosial. Saat duduk di Sekolah Dasar, dalam satu kelas aku hanya mempunyai dua orang teman dari tiga puluh orang siswa. Aku hanya bicara dengan yang lain saat ada hal penting yang menyangkut pelajaran, selebihnya aku hanya mengobrol dengan dua orang temanku.
Hingga akhirnya aku beranjak dewasa aku mengerti bahwa aku bukanlah orang yang pemalu. Tapi aku adalah seorang introvert. Introvert adalah jenis kepribadian di mana seseorang lebih senang memiliki teman lebih sedikit namun berkualitas.
Entah apakah karena aku terlalu introvert atau mungkin aku sudah hampir 'gila', sesuatu yang aneh terjadi dalam kehidupanku. Tiba - tiba saja aku memiliki seorang teman yang hanya aku yang bisa melihatnya. Siapa dia sebenarnya? Apakah dia hantu? Atau arwah gentayangan? Sepertinya bukan, karena aku bukan anak indigo. Mungkinkah dia hanya sebuah khayalanku? Entahlah, yang pasti aku merasa beruntung bisa bertemu dengannya.