Couldest Person

Couldest Person

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2020
Hiii Gaessss... jadi nama gue Alisha ameliasyahrani dan gue punya temen sekelas yang mempunyai karakter super dinginnn dan super galak sampe semua cowo ilfil sama dia namanya Viola anatasya dan suatu hari ada anak baru dikelas gue namanya Richard prasatya lalu guru gue pun nyuruh si Richard memperkenalkan dirinya dan menyuruh Richard duduk di sebelah viola. "silakan kamu duduk dibangku kosong itu"ucap guru itu menujuk bangku disebelah viola Richard langsung duduk disebelah viola "hai"sapa Richard kepada viola,namun viola mengacuh kannya"eh,vi itu ada negor lo"kata alisha menyolek lengan viola "Bomat!!!"samping melirit tajam ke gue "menarik"gumamnya Richard Mau tau kelanjutkan ceritanya?... jangan lupa vote,komen and share ke temen-temen kaliann yaaa 😉 jangan lupa follow@nrchyaintan_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Maaf' (Revisi)
  • (Not) Perfect
  • DRABIA [END]
  • East sky first love
  • Heart to you.(END)
  • Sang Atlet
  • TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi)

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines