We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pintu Jiwa

Pintu Jiwa

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jihan terjebak dalam stereotip yang dibuat oleh teman sekolahnya, Rudi. Menjadikan dirinya dibenci oleh banyak orang dan kehilangan rasa percaya terhadap orang - orang disekitarnya. Ardhi, pria muda yang sudah mapan melihat dirinya yang dulu dalam kepribadian Jihan. Namun setelah keduanya menikah, muncul kejanggalan dalam diri Jihan. Terkadang dirinya sering berbicara seperti orang lain, bahkan mengaku kalau bukanlah Jihan yang ada di dalam dirinya. Melainkan Tiara, sahabat terdekatnya. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan dengan gangguan kepribadian yang dimilikinya. Lingkungan tidak sehat dan mental yang lemah membuat Jihan kehilangan jati dirinya. Pribadi sebenarnya telah lama tersesat dari menghindari setiap masalah. Mampukah dirinya kembali dan menemukan pintu jiwa bagi tubuhnya sendiri?
All Rights Reserved
#131
trianglelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lilin di tengah hujan [END]
  • Trauma Is Real
  • I'm Your Psycho [TXT - Yeonjun]
  • Labirin Hati
  • Married is scary [Sanwoo]
  • Narasi patah hati
  • Refleksi
  • MY LAST DECEMBER
  • Drowning

Amara, seorang gadis berusia 14 tahun, adalah anak tengah dalam keluarga sederhana yang tampak bahagia dari luar. Kakaknya, Aditya, adalah siswa berprestasi, sementara adiknya, Keisha, selalu menjadi pusat perhatian dengan sikap manisnya. Amara merasa seperti bayangan di antara mereka-tidak terlihat, tidak didengar. Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Amara mengidap gangguan mental yang dikenal sebagai Major Depressive Disorder. Dalam pikirannya yang rapuh, ia berjuang melawan rasa tidak berharga, kecemasan, dan keputusasaan yang terus menghantuinya. Ketika keluarganya menghadapi krisis keuangan setelah ayahnya kehilangan pekerjaan, beban emosi di rumah semakin berat. Ibunya menjadi lebih sibuk mencari cara untuk menutupi kebutuhan keluarga, sementara kakaknya mulai menjauh karena tekanan akademik. Adiknya, meski ceria, terlalu muda untuk memahami perasaan Amara. Di tengah situasi itu, Amara menemukan sedikit pelipur lara dalam seni melukis, menggambarkan dunia yang ia inginkan tetapi tidak bisa ia capai. Namun, ketika rahasia tentang penyakitnya mulai terungkap melalui coretan diari yang tak sengaja ditemukan oleh adiknya, seluruh dinamika keluarga berubah. Kisah ini mengikuti perjuangan Amara untuk menemukan tempatnya di dunia, melawan rasa sakit yang tak terlihat, dan belajar bahwa hidup, meski penuh badai, bisa menjadi indah jika ia menemukan kekuatan untuk bertahan. Dengan bantuan seorang teman tak terduga dan perlahan-lahan dukungan keluarganya, Amara mulai menyadari bahwa meskipun dirinya adalah "anak tengah yang terabaikan," ia memiliki nyala kecil yang mampu menerangi hidupnya sendiri-seperti lilin di tengah hujan. Novel ini menggambarkan perjalanan batin seorang remaja yang berjuang melawan keterasingan, tekanan keluarga, dan dirinya sendiri, dengan pesan bahwa keberanian untuk hidup adalah bentuk kemenangan terbesar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines