Qonita mendapatkan bimbingan skripsi dari salah satu dosen muda, pakar Ilmu Tafsir, yang ia kenal dengan nama doktor Hamid. Qonita sangat kagum pada kecerdasan doktor muda itu. Qonita tidak sadar, padahal sebenarnya Doktor Hamid yang ia kenal, ia tidak lain adalah seorang yang sebelumnya diceritakan oleh Aida, yaitu Abizar Faras. Sosok lelaki yang dulu kala menyelamatkan Qonita dari kebejatan Alex dan komplotannya.
Kepada doktor Hamid atau Abizar Faras, Qonita menanyakan tentang ayat al-Quran perihal kewajiban berhijab. Qonita sampaikan, bagaimana jadinya bila hijab yang seharusnya menjadi pelindung bagi muslimah, tapi yang terjadi malah sebaliknya, sebagaimana Qoniya alami sendiri, ia tidak mau berhijab sebab hijab baginya justru tidak melindungi Dirinya?
Dengan sengaja doktor muda tidak memberikan jawaban yang memuaskan pada Qonita. Yang tertanam dalam benak lelaki itu, suatu saat ia akan menceritakan pada Qonita bahwa sebenarnya hijab itulah yang kemudian membuat Abizar Faras dulu menolongnya. Ia katakan pada Qonita, tidak akan lama lagi semua pertanyaan di benak Qonita akan terjawab. Abizar Faras juga yakin, kelak cinta lelaki itu akan tersampaikan pada Qonita, dan ia tidak harus terburu-buru untuk mengungkapkannya sebagaimana Qonita juga tidak sesegera mungkin ingin mengetahui. Meraka membutuhkan waktu. Sebab mereka yakin sebuah keindahan akan dapat dirasakan setelah melalui proses dan jarak yang begitu panjang.
Nama: Rofiq Fadli, Media Sosial IG dan Fb @qiforildaf.
Todos los derechos reservados