Atlantis

Atlantis

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2020
Atlantis, satu nama pulau yang masih menjadi misteri. Apakah dirinya ada atau hanya rekayasa? Semua itu masih abu dan tanda tanya. Peneliti di setiap negara sudah mencarinya. Namun nihil. Tak ada satu pun dari mereka yang dapat membuktikan keberadaannya. Pulau yang digadang-gadang mempunyai banyak tumpukkan emas. Pulau atau kota modern yang menghilang untuk melindungi semua kekayaannya. Tapi, ada juga yang bilang ia adalah benua? Samudera? Entahlah .... Tapi ini bukan tentang atlantis adalah pulau, kota, benua maupun samudera. Ini tentang kisah cinta mereka ... antara Reza dan juga Zakia. Entah Reza yang akan menghilang lalu Zakia yang menjadi peneliti atau malah sebaliknya? "Maaf jika keputusanku untuk menjauhimu ini salah. Tapi aku hanya tidak ingin kau menuai kesalahan yang sama. Karena aku tahu ... kita takkan pernah bersama." ~Muhammad Reza El Hazmi "Aku benci saat tak bisa mengutarakan rasa. Lalu menyesal di saat kau pergi tanpa alasan. Seperti pulau Atlantis yang penuh keajaiban." ~Zakia Almira Story by: @isla_can Cover by: Ifli Happy reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • RAKA [Completed] ✓
  • Only You [Slow Update]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • AKSAFA (End)
  • ZANNETA
  • AL [COMPLETED]

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines