THE MISSING PIECE

THE MISSING PIECE

  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Anindya safana, wanita yang ingin berdamai dengan masa lalunya. Masa lalu yang selalu menghantui pikirannya, dan hampir membuat ia menyerah dengan kehidupannya sendiri. Di dalam hati kecil seorang anindya sebenarnya tidak ingin berdamai dengan masa lalunya. Namun menurut anin, jika di pendam terus menerus. Hal itu, malah membuatnya makin tersiksa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Kemana Arah Pulang?
  • My Milky Way [βœ“]
  • BAYANG-BAYANG ARUNIKA
  • ARES BAGASKARA
  • CHINDRIAN STORY (OPEN PO)
  • Hide and Seek | aespa Γ— NCT
  • Another Side | Lee Jeno

[NCT X Itzy] Rumah bagi Narasena adalah tempat pulang untuk menata hatinya yang hampir mati. Dunia memberinya Narendra, manusia yang mengajaknya berkelana menyusuri samudra cinta. Narendra membuatnya percaya bahwa ternyata ada tempat yang sama hangatnya dengan rumah. "Kemanapun, kamu nggak akan kedinginan. Tangan kamu akan tetap hangat selama aku genggam." Begitu pada awalnya. Tapi, Narasena lupa siapa Narenda, Narasena juga lupa ke samudra mana Narendra mengajaknya berlayar. Dia juga lupa menanyakan berapa lama Narendra akan menggenggam tangannya, berapa lama kehangatan yang dia janjikan akan bertahan? Terbuai dengan manisnya aksara yang tersuara. Membiarkan Narendra berjalan lebih dulu bukan berarti mengizinkannya melepaskan genggam. Narasena terlalu percaya, hingga pada akhirnya dia tersesat di tengah-tengah Arktik seorang diri. Narendra membuat hatinya hampir mati. Tapi Narasena tidak ingin mati kedinginan di tengah samudra cinta tanpa kepastian. Dia ingin hidup, ingin kembali, dan menata hatinya lagi. Menyelamatkan hidupnya adalah pilihan terbaik. Entah dengan tetap menunggu Narendra kembali, atau mencari jalan pulang seorang diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines