me with glasses

me with glasses

  • WpView
    Reads 1,036
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
aku akan tidak menjelaskan mataku dengan kacamata, ini tentang aku dan kacamataku. semenjak pindah ke negara ini, mataku yang tidak ada masalah apapun menemukan kacamatanya. kacamata yang membuatku sadar bahwa patah hati luar biasa dari masa laluku adalah syarat untuk mendapatkan kacamata terbaikku. kacamata ini yang membuatku juga sadar bahwa aku pantas diperlakukan seperti anak kecil dan tuan putri, bahwa aku pantas mendapat perlakuan semanis dan sebaik ini. bagaimana kacamataku memperhatikan hal sederhana dan kecil dariku. bagaimana kacamataku mengenalkan bahwa cinta tidak hanya sekedar suka. bagaimana kacamataku menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari pikiranku. bagaimana kacamataku mengajari hal-hal yang aku tidak tahu tanpa membuatku merasa bodoh. bagaimana kacamataku memberitahuku bahwa aku pantas dicintai sebesar ini. inilah kacamataku, pria berkacamataku. * * * * * * * * * * * * * * * * * * aku dan kacamataku, marklee.
All Rights Reserved
#12
mydream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • My Diary
  • Because I'm Stupid (End)
  • Bautiful In White | Lee Jeno ✓
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • "MINE" [ JIMIN BTS FF]
  • My love
  • When Love is Breaking
  • My Quuen is Bad Gril

[Selesai] Hari itu semenjak aku datang ke sana, setiap malam aku selalu bermimpi tentang seorang pria. Tampan dan gagah. Aku suka senyumnya. Dia selalu datang ke mimpi ku dan mengucapkan kata-kata romantis ke pada diriku. Kupikir aku sudah gila, karena aku sungguhan jatuh cinta pada pria itu. Orang-orang bilang dia tak nyata! Tapi aku tak peduli. Dia memang tak nyata, tapi perasaannya nyata! Semenjak hari itu aku dikira orang gila. Aku juga sempat berfikir bahwa aku sendiri gila. Aku tak peduli! Hanya ada satu orang yang menganggapku tak gila, dia adalah ibuku. Selalu aku ceritakan mimpiku padanya. Dan dia hanya tersenyum pahit. Selalu seperti itu. Sampai pada suatu hari bibiku datang menceritakan sebuah cerita padaku. Dan semenjak hari itu aku hanya menangis. Dan kurasa semenjak hari itu aku gila sungguhan. WARNING: Gay/homo/bxb/lgbt Kookv/kooktae Rate T

More details
WpActionLinkContent Guidelines