The Bad Boss

The Bad Boss

  • WpView
    Reads 570,390
  • WpVote
    Votes 8,900
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Oceana bibir kamu-" "Hah? emangnya kenapa sama bibir saya Pak?" "Bibir kamu terlalu merah!" ujar Sean seraya menempelkan tisu di atas kening Oceana. "Nih, ambil tisu dan cepat hapus lipstik kamu." Oceana membulatkan matanya tak percaya. Bagaimana jadinya kalau tiba-tiba Oceana dikejar tiga lelaki tampan sekaligus dalam waktu yang bersamaan? Bercerita tentang, Oceana Lalisa. Gadis ceria yang selalu menjadi sasaran kejahilan Bos anehnya. Belum lagi, hadirnya dua orang lelaki yang sangat terobsesi dengan Oceana. Membuat kehidupan Oceana yang sudah suram semakin suram. Dilarang copy paste apalagi plagiat! Ingat plagiat sama saja dengan mencuri dan mencuri itu dosa. ®Linliuliu
All Rights Reserved
#39
boss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • ETS 03-When We Fall in Love
  • Janda Lumpuh Milik CEO
  • SCOMPARIRE
  • Pak Denta Sarange! (On Going)
  • Broken Trust
  • Possessive Ex-Boyfriend ✓ (PREVIEW)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • BAD LIAR (Completed)
  • DETIK Dan WAKTU

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines