Kisah Hijrahku

Kisah Hijrahku

  • WpView
    Reads 375
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 9, 2021
assalamualaikum teman teman perkenalkan nama saya Fariska ini adalah kisah perjalanan hijrah di negeri Jiran Malaysia🍃. awal dimana aku mulai berhijrah mendalami lagi ilmu agama yang sesungguhnya, memperkokoh benteng iman yang mulai menurun,berat memang untuk berhijrah berubah dari kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. menjadi seorang hamba yang ingin taat kepada Allah . **keep hamasah and stay Istiqomah** Kunjungi terus cerita aku ya terima kasih 😊🤗😘
All Rights Reserved
#583
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • HAFIZDJAH [SUDAH TERBIT]
  • ketika ku harus memulai tuk berhijrah
  • amore: Sacred Love [END]
  • Back to Istiqomah [END]
  • Hijrah [COMPLETED]
  • Muallaq (End)
  • Diary HijrahKu [COMPLETED✔]
  • Mengejar Ridho Allah
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)

📖 Berlabuh di Takdir-Nya oleh - rn Muhammad Fahri Al-Ghifari tak pernah menyangka, jalan hijrahnya yang teguh bisa terguncang oleh satu perasaan yang datang perlahan-tanpa suara, tanpa aba-aba. Ia bukan sedang mencari cinta. Tapi sebuah mimpi, sejuk dan jelas, membuatnya mulai bertanya: "Apakah rasa ini bagian dari petunjuk... atau hanya lintasan hati?" Zeyana Maheera, gadis tenang dan kuat yang memilih berhijrah di usia muda, memegang prinsip meski berada di rumah yang tak sejalan. Di luar, ia terlihat tegar. Tapi malam-malamnya dipenuhi sujud yang meminta kekuatan untuk tetap bertahan, meski sering merasa sendirian. Ketika dua jiwa yang sedang bertumbuh di jalan Allah dipertemukan dalam sunyi, dalam perenungan, dan dalam doa yang saling menguatkan, mereka pun belajar bahwa cinta yang suci bukan datang karena ingin, tapi karena Allah mengizinkan. Sebuah kisah hijrah, keteguhan, dan cinta yang bernaung dalam iman. Karena cinta terbaik, bukan yang paling cepat datang. Tapi yang paling sabar menunggu. Dan jika Allah telah menetapkan, tak ada yang bisa menghalangi. Cinta itu akan berlabuh... di Takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines