Metafora Waktu

Metafora Waktu

  • WpView
    Reads 470
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 6, 2020
"Lo harus tau terkadang kita lupa bahwa semua orang punya masalah sendiri-sendiri dan punya cara yang berbeda ntuk menyelesaikannya. Jadi gak perlu merasa diri lo paling menderita akan masalah yang lo dapat. Gue yakin lo bisa menyelasaikan semua itu." Salah satu kalimat yang pernah di ucapkan oleh seseorang yang kini tengah berhadapan dengan dirinya. Masih dalam posisi nya yang sama, saling menatap satu sama lain, mencoba menyelami kedalam mata masing-masing. Hingga Airis yang menyerah terlebih dahulu untuk membuka obrolan setelah sekian tahun mereka tidak pernah bertemu dan menghubungin satu sama lain. "Hai, apa kabar?" "Kabar gue seperti yang lo liat sekarang." "El, masih adakah tempat untuk gue?" "..." Yuk langsung cuss tambahkan ke reading list nya + Meninggalkan jejaknya supaya tau kelanjutan cerita! Happy Reading Guys ❤️
All Rights Reserved
#753
depression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketraka Mafy
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Let Me Love You Longer
  • about us and him ✔️
  • Valcano
  • 00.00
  • Breathe
  • Strong Girl Michella (END)
  • Rintik Hujan
  • 01.00

[Story Completed] Harusnya Tuhan menciptakan waktu berjalan dua arah supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalanku. Penyesalanku karena aku menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus padaku, menyia-nyiakanmu yang pernah menjadi milikku. Jika ada yang harus aku sesali, itu adalah ketika aku baru menyadari bahwa perasaan ini muncul setelah kepergianmu. Dan aku menyesal karena tidak bisa mengulang waktu untuk memperbaiki segalanya. - Yolanda Amelia, 17. ⚫⚫⚫⚫ "Kenapa kamu mau nerima aku?" Satu alis Yola terangkat. "Apa maksud lo nanya kayak gitu?" "Ya gapapa sih." "Aku tau dari dulu kamu dingin banget sama aku, Yol. Tapi sekarang? Kenapa kamu malah nerima aku? Kenapa?" "Nggak sedikit yang bilang kalau kamu menerima aku karena permainan truth or dare yang kamu mainin sama teman-teman sekelas kamu. Kamu kena dare buat nerima laki laki yang nembak kamu, siapapun itu. Itu nggak bener 'kan?" Arya tersenyum miris. ⚫⚫⚫⚫ Ketraka Mafy Copyrights © 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines