Metafora Waktu

Metafora Waktu

  • WpView
    LECTURAS 470
  • WpVote
    Votos 55
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 6, 2020
"Lo harus tau terkadang kita lupa bahwa semua orang punya masalah sendiri-sendiri dan punya cara yang berbeda ntuk menyelesaikannya. Jadi gak perlu merasa diri lo paling menderita akan masalah yang lo dapat. Gue yakin lo bisa menyelasaikan semua itu." Salah satu kalimat yang pernah di ucapkan oleh seseorang yang kini tengah berhadapan dengan dirinya. Masih dalam posisi nya yang sama, saling menatap satu sama lain, mencoba menyelami kedalam mata masing-masing. Hingga Airis yang menyerah terlebih dahulu untuk membuka obrolan setelah sekian tahun mereka tidak pernah bertemu dan menghubungin satu sama lain. "Hai, apa kabar?" "Kabar gue seperti yang lo liat sekarang." "El, masih adakah tempat untuk gue?" "..." Yuk langsung cuss tambahkan ke reading list nya + Meninggalkan jejaknya supaya tau kelanjutan cerita! Happy Reading Guys ❤️
Todos los derechos reservados
#753
depression
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Breathe
  • Let Me Love You Longer
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Ketraka Mafy
  • Rintik Hujan
  • 01.00
  • Strong Girl Michella (END)
  • 00.00
  • about us and him ✔️
  • Valcano
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido