Asyifa (Terbit)

Asyifa (Terbit)

  • WpView
    Reads 812,085
  • WpVote
    Votes 15,304
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 9, 2025
"Kenapa lu ngerjain pekerjaan lu yang hina itu dirumah gue?" Badai besar menghantam Asyifa, seorang gadis sholiha yang amat menjaga kehormatannya, Syifa sebelumnya tak pernah mendapatkan badai sebesar ini yang ada hanyalah gerimis hujan, badai itu datang atas persetujuan sang abi, disahkan secara agama dan hukum terbukti dengan adanya dua buku berwarna merah dan hijau. Pernikahan bukanlah mainan, pernikahan adalah janji suci, perjanjian yang disahkan oleh dua keluarga serta penghuni langit lainnya, Mitsaqah ghalidza, perjanjian yang mengguncang 'arasy Allah, maka itu Syifa tak akan mundur walaupun ginjalnya menjadi taruhan. Mulai = 20 Januari 2020 Selesai = 22 September 2020 Terbit = Desember 2020 Belum Revisi Cover by ig @adahari_ TINGGALKAN cerita ini kalau membuat LALAI. Ambil baiknya, simpan sisanya.
All Rights Reserved
#38
wp2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Bukan] Wisma Impian - REVISI
  • Simfoni Takdir ✔
  • NAJWA (Ketika Hati Memilih) ✓
  • My Husband Is A Cold Man
  • Ar Rahman untuk Syakilla [Thewattys2019]
  • I am Your Eyes [SUDAH TERBIT]
  • Istri Rasa Ipar (Completed)
  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • Prema Sutram [Completed✔️]

Ketika wisma impian yang didambakan Siti Sabiya sejak masih gadis terwujud, ternyata bukan lagi perekonomian yang menguji kehidupannya. Melainkan pernikahannya. Ujian itu datang dari orang terdekatnya, Addar Quthni-suaminya, panutannya, imamnya, pemimpin rumah tangganya, ayah bagi anak-anaknya, serta sosok shaleh yang dipilihkan mendiang Abah untuknya. Lalu ditengah kebahagiaannya tinggal dalam wisma yang diidamkannya, akankah Siti tetap bertahan menemani suaminya? Atau memutuskan untuk mengakhiri rumah tangganya? ~ • ~ • ~ • ~ Bismillah... Pangkal segala kebaikan. Permulaan semua urusan penting. Dan dengannya, kita memulai segala urusan. - Badiuzzaman Said Nursi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines