RUMAH KATA - KATA

RUMAH KATA - KATA

  • WpView
    Bacaan 114
  • WpVote
    Undian 19
  • WpPart
    Bahagian 15
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Mac 22, 2020
WpInfo
Puisi
Dari kata yang biasa Mencoba memahat aksara dicakrawala Seduh kopi tuangkan inspirasi Pena Tinta Dan cinta Semoga mencipta pesan Sebentuk perubahan Berbekalan kenangan Harapan, impian dan seberkas kerinduan Dan sejumlah aksara yang terpendar di setiap serpisah puisi ini Kiranya bisa menemani hari bahagia Dimanapun kita berada Salam Santun Untuk semua sahabat literasi dimanapun berada Untuk guru - guru, dan para penulis yang lebih dulu menuangkan pena inspirasi dan yang mencerahkan kalimat di cakrawala
Hak Cipta Terpelihara
#46
puisiromantis
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Aksara Tak Bertuan
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Lembut Seperti Doa
  • TENTANG RASA
  • Rintik Rindu
  • Kau Puisi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Bait-Bait Semesta
  • Diam

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi