My Trip to Islam

My Trip to Islam

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2020
Teruntuk Joanna Terima kasih telah menemaniku selama ini. Aku telah masuk dalam cahayaNya. Semenjak saat itu, aku memutuskan untuk pergi ke sebuah negeri yang indah dan menakjubkan. Disana aku mempelajari banyak hal yang membuatku selalu terbangun di sepertiga malam. Kelak ketika aku kembali, kau harus ikut aku kesana. Bertemu dengan seorang yang teduh paras wajahnya dan tutur katanya lembut bagaikan sutera. Beliau yang akan menuntun kita menuju taman surga. Kini aku bersaksi bahwa "Islam itu Indah" Aaron
All Rights Reserved
#300
mualaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Bersamamu Halalku √
  • Hijrahku Mempertemukan Kita
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Menjadi Imam Untukmu✔(Selow Update)
  • Untuk Lorraine dari Jihad
  • Serenyah Rasa
  • Catatan Hijrah
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines