Death Eyes

Death Eyes

  • WpView
    Leituras 34
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 16, 2020
Namaku Lilith, aku adalah anak yatim-piatu yang tidak memiliki teman maupun keluarga, bukannya tidak memiliki tetapi mereka menghilang dari kehidupanku. Berbeda dengan remaja kebanyakan aku memiliki sebuah kekuatan yang bisa membunuh siapa saja yang menatapku, tapi karena kekuatan itulah aku dijauhi oleh orang-orang sekitarku. Kekuatan ini seolah-olah mengubah takdirku, ku pikir tidak ada yang ingin berteman denganku, tetapi aku bertemu seseorang dan......
Todos os Direitos Reservados
#166
collab
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Salsabila🌻
  • I'm Not A Freak
  • Eliinaa
  • Si Introvert
  • New Possessive Family
  • My Duchess / End
  • MY PETERPAN ALEN
  • The Elements
  • Hantu-Hantu di Tanah Pribumi
  • Listen to Your Heart

Aku yang selalu saja berada lingkup keluarga yang bisa dibilang toxic. Papa yang selalu mengurungku dalam rantai yang diciptakannya. Semua kegiatan yang akan aku lakukan harus seizin papa dulu. Aturannya yang begitu banyak menuntutku harus tunduk dibawah kuasanya. Anak perempuan harus dijaga lebih ketat dan diberitahu lebih jelas bagaimana seharusnya dia berprilaku dan tidak membuat kedua orang tuanya malu. Kata kata itu yang selalu keluar dari mulut papa ku setiap kali aku membantah ucapannya. Mamaku pun tidak bisa berbuat banyak. Mama mungkin sama denganku begitu tertekan dengan segala aturan sang kepala rumah tangga. Akupun hanya bisa patuh dengan semua aturan papa. Aku bungsu dari 3 bersaudara. Mempunyai 2 saudara laki laki membuatku juga semakin tertekan. Kedua saudara ku sikapnya sama dengan papa. Aku yang selalu dipandang tidak mampu melakukan apapun tanpa bantuan dari mereka. Hanya seorang gadis remaja yang selalu harus dijaga dengan ketat. Padahal umurku sudah menginjak 17 tahun kelas 2 sma tapi masih saja dipandang bocah kecil. Sudah 17 tahun aku hidup dibawah kekangan papa dan kedua abangku. Sebenarnya sudah cukup muak dengan semua ini. Tapi akupun tidak mampu untuk membantah papa dan abang aku. Karna sedari kecil selalu didik agar tidak pernah membantah atau melanggar aturan papa.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo