Ra'
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
Sebagian dari kita menghabiskan durasi usia tanpa mural yang rumit "Ra',lo gak seharusnya egois dengan kenyataan bahwa dia memang ada!" Syarah Arsy Marviansyah,gadis tangguh,cerdas dan multitalent itu,menghapus goresan-goresan indahnya,membuang semua warna-warni nya yang sempurna.Mencoba berlari dari kenyataan bahwa kerumitan dunia menjebaknya dalam durasi usia yang hampir habis tanpa kebahagiaan. Masalah demi masalah ia lalui,urusan cinta yang menjauhkannya dari pribadi yang ceria,kehadiran seorang lelaki yang menggubris hatinya,kehadiran keluarga baru yang menerimanya dengan tangan terbuka,dan kehadiran kembali mereka yang pernah pergi dan memberinya rasa sakit yang begitu hebat.Tangis yang lebih sering hadir ditengah malam,dan tawa yang berusaha diciptakan keluarga dan sahabat-sahabat yang menyayanginya.Akankah tetap seperti itu? atau mereka yang kembali hadir,menghancurkan semuanya? Syarah,hanya memegang kuas kehidupannya,dan menimbang untuk kembali melukis kisah,atau membiarkan durasi usianya habis tanpa kesan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • All Is Well
  • Life Script
  • Dean
  • ALGAVRA
  • Constellations From The Room
  • Tumbal Pesugihan Kandang Bubrah
  • The Dark Side(END)
  • Dear javier

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines