ALFANO & ANNAYYA

ALFANO & ANNAYYA

  • WpView
    Reads 4,627
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup dari keluarga yang tak pernah akur, membuat Nayya menjadi gadis yang suka murung. Kesedihannya, selalu ia tutupi dengan senyuman. Bagi nya, jatuh cinta hanyalah sebuah fatamorgana yang tak pernah ia bayangkan. Itu hanya buang buang waktu saja, fikirnya. Tetapi semenjak ia bertemu Fano, Nayya membuang jauh jauh fikiran itu. Hatinya tiba tiba mengizinkan Fano untuk memasuki nya. Fano, lelaki itu membuat Nayya seolah tak bisa sedetikpun tanpa nya Hingga semua rahasia terungkap setelah kematian kakaknya menjadikan Nayya seorang gadis yang dingin Dan tak berperasaan. Ketika kedua manusia dingin ini bertemu, apakah yang akan terjadi? Akankah kisah mereka berakhir indah atau justru sebaliknya? -SyafiraAthaya PLAGIAT GAK USAH KESINI!
All Rights Reserved
#85
nayya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Song For you || Faya || [Finished]
  • ARTAN
  • Ketika Yang Hilang Kembali✓
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Putra My IronMan (On Going)
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines