CG Group ( Elite Family )

CG Group ( Elite Family )

  • WpView
    LECTURAS 632
  • WpVote
    Votos 56
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 28, 2021
"Mama, tas Nia taro dimana?!"Teriak Nia menuruni anak tangga, kaki panjangnya berlari cepat sehingga menimbulkan derupan langkah kaki yang cukup kencang memenuhi ruang rumahnya yang luas. "Mah! mama!" teriak Nia berputar mengelilingi ruangan. "Nyonya sudah pergi dari pagi Non" Ucap kepala pelayan sambil memberikan tas pada Nia, di belakangnya ada 4 pelayan lainnya membungkuk memberikan hormat pada Nia. "Sudah kuduga" Nia memakai tasnya dan langsung berjalan keluar. "Non, hari ini pulang lebih cepat kami sudah meminta izin pada kepala sekolah nanti kami akan menjemput Nona di sekolah, hari ini Nona shifa pulang, kami akan memilihkan baju untuk Non Nia" Ucap kepala pelayan berjalan mengikuti Nia di belakang. "Hmm" Jawab Nia terdengar tidak peduli. "Jadi Nona harus memakai baju yang sudah kami pilihkan nanti" ucap kepala pelayan itu lagi. "Semua anggota keluarga berkumpul, menyambut kedatangan Nona Shifa" kepala pelayan dan 4 pelayan lainnya kesusahan menyeimbangi kecepatan jalan Nia. "Dan warna baju sudah di tentukan, nyonya memilih warna putih jadi-" Nia berhenti berjalan lalu membalikan badannya menatap kepala pelayan yang tidak berhenti bicara. "Apa bicaranya sudah selesai? saya sudah sangat telat jadi permisi" ucap Nia masuk kedalam mobil. Kepala pelayan hanya bisa menunduk tidak menjawab. Sopir menyalakan mesin mobil dan melaju dengan sedang. "Apa kalian pikir Dia akan mendengarkan ucapan kita?" tanya kepala payan pada 4 bawahannya. "Aku sangat kawatir dia kembali mengajau" jawab salah satu pelayan lainnya. ~ ~ ~ Ini ceritanya gue ubah ya soalnya belum ketemu ending yang bagus. _Perang perushaan akan kembali menghibur kalian maaf gak panjang nulis deskripsinya 😁sengaja biar kalian penasaran 😆 Ayo baca sampai selesai.. Banyak typo🙏 yang baik tandain dong😊😚 #update_sesuai_mood
Todos los derechos reservados
#79
pisah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sailing With You [END]
  • Maaf' (Revisi)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Arsyilazka
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Trasmigrasi Queenzee
  • ARTAN
  • TUBUH GADIS NERD [END]

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido