We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cahaya Santri (UPDATE sambil REVISI)

Cahaya Santri (UPDATE sambil REVISI)

  • WpView
    Reads 11,430
  • WpVote
    Votes 570
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
(UPDATE sambil REVISI) CERITA RELIGI (JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE) SEMUA BUTUH PERJUANGAN. See you .bayangkan seorang anak nakal, keras kepala harus berhadapan dengan dunia santun. nekat! ya semua sudah direncanakanya sejak awal masuk. namanya Najibah Kamila Jihan. perempuan cantik berparas angun, dari tampilan yang tertutup semua orang bisa menilai sholeha, taat, penurut. namun lain dengan keluarganya yang menilai jihan seorang yang keras kepala, nakal, atau mungkin bodoh. karna kelakuanya sendiri ia harus terjebak dalam masalah hidupnya. pondok pesantern tempat yang sangat dibenci jihan.
All Rights Reserved
#10
cintakarnaallah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]
  • Diary Hijrah, ANTAGONIS [Completed]
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Cahaya Cinta.

Zanira Aizha Najiha, seorang mahasiswi fakultas sastra Indonesia semester akhir, yang saat ini sedang disibukkan oleh tugas akhir yaitu skripsi. Pernah merasakan pahitnya cinta semu sehingga ia menutup pintu hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menerima cinta siapapun kecuali yang datang dengan kesungguhan dan niat yang jelas. Baginya, cinta bukan mainan, bukan sekadar kata yang manis di bibir. Namun, hidup punya cara sendiri untuk menguji janji. Tak lama sejak ia berjanji menutup pintu hatinya, seseorang datang di kehidupan Zanira. Sosok tegas, dingin tapi karismatik yang tak asing baginya. Zayyan Haaziq El-Hidayah. Ustadz muda yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren saat ia masih duduk di bangku putih abu-abu. Ustadz Zayyan dikenal sebagai sosok yang dingin dan tegas namun dikagumi para santriwati karena hafalannya juga suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat suci. Bahkan Zanira adalah salah satu dari santriwati yang dimaksud itu, sebelum akhirnya rasa kagum Zanira pada Ustadz Zayyan berubah menjadi rasa kesal. Bukan tanpa sebab, Zanira kesal karena Ustadz Zayyan terlalu cuek lebih tepatnya judes bahkan galak dan sering melempar tatapan tajam. Apakah janji yang dibuat Zanira akan tetap ia genggam? Ataukah Ustadz Zayyan adalah takdir bagi Zanira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines