Rengkuh
  • WpView
    Bacaan 65
  • WpVote
    Undian 4
  • WpPart
    Bahagian 2
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Jan 13, 2021
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Nara tak pernah menyangka, luka itu akan begitu membekas. Membuntuti setiap langkah move on nya, seperti noda membandel yang sukar hilang dari baju kesayangan. Ia mengira semua kenangan pahit itu akan segera lenyap, bersamaan dengan kepergian lelaki itu. Terlebih lagi hal itu membuat Nara susah menemukan sosok tambatan hati baru. Sedang Ibu sudah berbusa-busa menceramahinya untuk segera menikah. "Malu sama orang, kamu udah mau kepala 3. Belom nikah juga. Lihat tu si Rina udah ...." lamat masih terdengar khotbah andalan Ibu di telinga Nara. Kata orang ini karma. Iya karma. Karena Nara secara tak sengaja pernah mencampakkan seseorang di masa lalu. "Ya mana aku tahu kalau dia naksir aku dari lama. Wong dia gak pernah bahas itu kok." Lelaki yang Nara anggap sahabat. Sangat dekat. Lelaki yang paling mengerti dirinya, bahkan lebih dari ia mengerti dirinya sendiri. "Sebagai manusia waras yang ditaksir laki-laki pujaan hatinya, aku tentu lebih milih laki-laki itu dong. Ya, aku sayang Naja. Tapi sebagai sahabat tok, gak lebih." "Kamu harus cari Naja, Ra. Minta maaf. Ya mana tahu dia juga masih suka kamu, ajakin serius. Beres, " ujar Nina, dan diamini dua sahabat Nara lainnya. "Iya deh, Ra. Kayaknya Naja itu dendam sama kamu. Dendam kesumat. Sampe kamu kena karma gini." Dian menambahi. Kenapa semua orang jadi kurang waras begini? Kemana perginya logika smart mereka? Setelah punya anak otak ibu-ibu ke reset kah? Pertanyaan itu melintas di kepala Nara. Teman-teman mulai berubah. Tidak ada karma di dunia ini. Percayalah. Namun setelah pertemuan itu, Nara jadi semakin memikirkan "karma". Seolah-olah kata itu ada di mana saja. Di dashbord mobilnya. Di pantat mobil orang-orang. Di halaman depan koran yang dijajakan anak-anak lampu merah. Apa iya semua ini karma? Dimana harus cari Naja? Memang perlu minta maaf ke Naja? Hei bahkan aku gak merasa punya salah ke dia. Semuanya membingungkan.
Hak Cipta Terpelihara
#679
masalalu
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Padam Nelangsa
  • Pengganti  [END]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Aksara Lingga
  • Unplanned marriage
  • GILANG ABRAHAM
  • 90 Hari Selingkuh
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Silent, Please! (Re-up)

[CERITA DIPRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM BISA BACA LENGKAP!] Bilwa, Gumaira Bilwani, Anak sekolah sekaligus anak seorang pelacur yang harus berjuang mencari pertolongan dari kakak satu-satunya yang berhasil melarikan diri agar terhindar dari bisnis prostitusi orangtuanya. Ia tidak ingin kehormatannya direnggut dan masa depannya hancur akibat ketamakan orangtua yang tega menghalalkan segala cara demi gemerlap dunia. Namun, bagaimana bila pertolongan bukan datang dari sang Kakak melainkan dari guru mengajinya yang menjodohkan Bilwa dengan sang putra, Sagara Senoditama, demi menyelamatkan marwah gadis itu? UPDATE SETIAP KAMIS ✨✨✨✨ "Kalian benar-benar orangtua biadab!" Ucapan dari belakang membuat ketiganya terkejut. "Saya tebus balik, Bilwani!" Ucapnya lagi dengan lantang. "Umi...?" "Dengan syarat, Setelah itu, Bapak bersedia menikahkan Bilwani dengan putra saya." ✨✨✨✨✨ "Saya nerima pernikahan ini bukan karena apa-apa selain Umi," Tambah Saga saat mereka melangkah kembali ke meja Umi Jana. Lalu mengapa Umi Jana mengatakan yang sebaliknya tentang pria itu? "Dan pilihanmu keliru buat jadiin Umi umpan kelicikanmu itu," Tambahnya tanpa melihat ke arah Bilwa. "Mungkin Umi bakal nerima, tapi saya enggak, nggak akan pernah." "Jadi... tugasmu cuma mikir sekali lagi," Ucap Saga menggantungkan kalimatnya. "Apa tetep mau lanjutin perjodohan ini kalau saya tawarkan kamu kehidupan rumah tangga rasa neraka?" •••••••••• 🥇🥇🥇 #1 Teenlit (3 Oct 2025)

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi