Kelana Rindu

Kelana Rindu

  • WpView
    LECTURAS 267
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 11, 2020
WpInfo
Poesía
Masih perihal Jatuh dan cinta pada insan yang sama seperti sebelumnya, lalu bermetamorfosis dengan sempurna menjadi sebuah kisah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Pada titik yang tak pernah ku inginkan, Pada jeda yang tak bisa ku sambung, dan Pada awal yang tak ku harap ada 'Akhir' .
Todos los derechos reservados
#112
rindu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • Rindu Dalam Diam
  • Nalalira
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Antara Aksara dan Kata
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Antara Jarak Dan Waktu

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido