Story cover for Keyla by ulimayens
Keyla
  • WpView
    Membaca 486
  • WpVote
    Vote 34
  • WpPart
    Bab 13
  • WpHistory
    Durasi 2h 27m
  • WpView
    Membaca 486
  • WpVote
    Vote 34
  • WpPart
    Bab 13
  • WpHistory
    Durasi 2h 27m
Bersambung, Awal publikasi Jan 20, 2020
"Aku sedang tidak baik-baik saja"
"Aku sudah tau"
...
"Aku sakit"
"Hidungmu sedang memanjang"
...
"Aku akan dioperasi"
"Sekarang aku yang tidak baik-baik saja"

Penasaran? Mari ikut aku. Akan ku ceritakan sebuah kisah tentang apa makna dibalik ucapan "Baik-baik saja"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Keyla ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#349rindu
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
Another Level cover
Prolog Tanpa Epilog [TERBIT] cover
When The Stars Align cover
The Author cover
Puisi Romance cover
The Journey of Love and Friendship cover
Since Feeling Is First cover

Eyes Contact [Jefri Nichol]

33 bab Lengkap

[DONE] Tidak ada perasaan yang sama, hanya sebuah perasaan yang menuai luka. Perasaan yang sama sekali tidak terbalaskan. Saat berusaha melupakan, orang itu tiba-tiba datang. Datang dengan segenap perasaan yang semua hanya kesemuan seperti nyata. Perasaan kembali timbul, saat semua luka sudah terlanjur sembuh. Luka yang sudah tertutup rapat, kembali muncul dengan goresan yang tak kalah dalam. Tetapi, waktu bisa merubah segalanya. Termasuk perasaan seseorang. --- Sebuah kisah yang mengambil tokoh aktor dari Indonesia. Ia Jefri Nichol. --- Cerita seorang Nabila Alsya Azzahrah yang menyukai kakak kelasnya disekolah. Seorang Ketua OSIS disekolahnya. Jefri Nichol namanya. Nichol sudah lulus saat Nabila baru bersekolah selama setahun disekolah menengah. Mereka tidak bertemu lagi. Tapi, perpisahan itu sama sekali tidak merubah perasaanya. Perasaan yang sama sekali tidak terbalaskan. Selama berbulan-bulan, Nabila belum bisa melupakannya. Nabila masih menunggunya walau ia sudah tidak tau apa kabarnya. Sekuat itukah cinta? Bahkan jika ia hanya bertepuk sebelah tangan? Apakah waktu bisa merubah segalanya termasuk perasaan seseorang? Dan cukuplah untuk berjuang jika akhirnya hanya disia-siakan.