Jimin, lelaki playboy dari boygroup terkenal. Ia bukanlah tipe orang yang takut pada apa pun. Kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah ekspresi isi hatinya. Ia ingin menjadi orang seperti itu dalam kehidupan sehari-harinya. Hanya sayang, pekerjannya memaksanya untuk menyimpan sisi lain dirinya.
Wartawan: "seperti apa tipe idelamu?"
Jimin: "Ehm, feminim, lembut, dan perhatian," jawabnya sembari tersenyum.
Faktanya? Ia adalah pecinta sejati. Baginya, seseorang baru dikatakan wanita apabila ia memiliki kriteria: seksi, seksi, seksi, dan seksi.
Pertama kali CEO-nya menawarkan untuk bergabung dalam acara Love Virtual, ia sudah membayangkan akan bertemu wanita idamannya.Kenyatannya, ia justru dipasangkan dengan idol pendatang baru yang menurut penilaiannya hanya numpang tenar, tidak seksi, dan nol attitude.
"Rentang usia kami 5 tahun," protesnya.
"Ah, memangnya kenapa?"
"Aku benci berdekatan dengan anak kecil."
"Rentang usia kalian tidak terlalu jauh. Jujur saja, kau tidak suka karena ia tidak seksi. Iya, kan?"
"Bukankah sudah jelas?" katanya pada manejer.
Lisa
"Aku tidak tertarik pada gadis berdada rata," katanya sambil melirik.
sial! umpat Lisa.
"Aku juga tidak tertarik pada orang yang pikirannya kotor!"
Lisa pun tidak pernah mau berdampingan dengan playboy pervert sepertinya. Kalau saja bukan demi para membernya, ia tidak akan pernah mau dipasangkan dengannya. Apalagi sudah ada orang lain yang disukainya.
"Setidaknya berpura-puralah cinta mati padaku!" kata pemuda itu tanpa rasa malu.
Ckckck, memangnya ia sudah tidak waras, "berharap saja ke neraka!" balasnya.
[M]
Bingung mau deskripsiinnya gimana, yang jelas book ini tentang percintaan masa remaja yang labil dan bebas dan salah satu dari mereka terpaksa harus menikah muda karena sebuah kelalaian.
"Kamu suka sama temenku kan?"
"Hah? Kata siapa?"
"Coba ulangi, kamu bilang suka sama aku?"
"Iya, aku suka sama kamu semenjak aku gak sengaja nyenggol kamu di kantin"
"Gue gak suka cowo aneh"
"Lu pikir lu gak aneh?"
"S-sorry aku ga sengaja"
"Jangan pernah natap cowo lain kayak gitu, gue ga suka"
Cerita ini hanya fiktif belaka, tidak ada niatan untuk menjatuhkan, ataupun melecehkan pihak manapun. Cerita ini murni pemikiran author sendiri.