RAINING SPELL FOR LOVE (RAIN AND TEARS)

RAINING SPELL FOR LOVE (RAIN AND TEARS)

  • WpView
    Reads 4,162
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing2h 10m
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
Hujan... Ketika beribu-ribu air jatuh secara bersamaan menyentuh bumi. Ketika seluruh manusia berlarian berusaha menghindari elemen cair tak berwarna dan tak berbau yang jatuh dari langit. Tapi gadis itu menyukainya... Gadis itu menyukai hujan. Dia menyukai ketika bau khas yang tercium setelah hujan turun menyentuh tanah itu memenuhi indera penciumannya. Dia menyukai ketika ribuan air itu menyentuh wajahnya dengan lembut. Dan dia semakin menyukai hujan karena hujan lah yang mempertemukannya dengan pria itu. Pria yang menjadi separuh dari jiwanya. ***
All Rights Reserved
#106
koreanfanfic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Once A Time
  • FAN SERVICE ✔
  • I'm His Assistant | EXO Baekhyun [Revisi]
  • hate to love you ⌮ choi beomgyu
  • Secret words [ Lee Donghae FF ]
  • Don't Go [Sehun EXO Fanfiction]
  • Cerise ↯ JJK VARIOUS ✔️
  • Damn You
  • Ethereal Connection ♡ ⌇ Sukuna x Reader ⌇ ♡

Rasanya menyakitkan kala angin berhembus menerpa tubuhnya. Rambut panjangnya berkibar dan ia memejamkan mata. Menghirup napas dengan rakus seakan paru-parunya menyempit. Matanya kembali terbuka, menatap lurus langit hitam di atasnya. Tidak ada bintang. Bahkan bulan enggan muncul. Yang ada hanya gumpalan awan yang sesekali diterangi nyala kilat. Ia menelan ludah. Tangannya yang mencengkeram pagar besi sebatas pinggang di belakangnya perlahan melemah. Ia siap sekarang. Sangat siap untuk apapun yang menghantam tubuhnya di bawah sana nanti. Kedua bola matanya memandang ke bawah. Ramai oleh lampu-lampu mobil yang bergerak, juga terangnya gedung-gedung yang lebih pendek di sekitarnya. Tangannya terlepas, terentang lebar menyambut deru angin yang hampir merusak gendang telinganya. Ia memejamkan mata. Tubuhnya terayun ke depan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines