Semesta

Semesta

  • WpView
    Reads 444
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
"Menghilangmu yang kedua kalinya membuatku semakin yakin Ge, bahwa kamu tidak baik baik saja..." ~Rivanka. ________________________ "Maafkan aku Rivan, aku harus menghilang dari pandanganmu, namun tenang saja. Aku masih bisa mengawasimu dari jauh, meski aku tak bisa menjangkaumu...." ~Geovanda
All Rights Reserved
#39
rivan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • I'am a Secret Girlfriend (END)TERBIT
  • UNTUK REVAN |NEW VERSION|
  • Universe✓ REVISI
  • To: Revan [TELAH TERBIT]
  • Friendship
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • DENTING  [Revisi]
  • Prestige

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines