Sandhya & Azzuri

Sandhya & Azzuri

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ya, namaku Sandhya. Sandhya Jingga Hardiansyah. Yang artinya langit biru. Sangat menyukai ketika langit berwarna biru. Dan dia adalah, Azzuri. Akemi Azzuri. Penyuka hujan dan senja. Langit adalah candu. Yang membuatmu merasa ada yang mengertimu, Ketika dunia menatapmu berbeda. Itulah arti nama kita. Jingga berkata, "jangan mengagumiku, aku tak ada disepanjang waktu. Tunggu aku, saat mentari menyeberang batas antara ada dan tak ada. Aku hanya sekilas, sesudahnya aku hanya ketiadaan". Namun Azzuri menjawab "aku ingin menjadi langit biru di bawah sinar matahari. Yang meski tak kau minta, diam-diam melindungimu dari terik matahari". Kita hanya ditakdirkan layaknya langit. Walau kita di langit yang sama. Namun kita hadir di waktu yang berbeda. Indahmu hanya untuk di waktumu, Dan indahku hanya untuk di waktuku. Bukannya tak serasi, Nyatanya kita memang berbeda. Jadi, langit mana yang kau suka?? Salam hangat Sandhya & Azzuri.
All Rights Reserved
#388
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Membumi(Tamat)
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • GARASYA [END]
  • LAUTAN DAN DENDAMNYA (TELAH TERBIT)
  • Sanskara Sky [END]
  • Ustadz Is My Husband
  • Komposisi Cinta (END)
  • Janji Surgaku (TAMAT)

Merelakan tak selalu menyakitkan,adakala hati ini merasakan sakit dari apa yang telah kita korbankan tapi kita tidak pernah tau kebahagiaan seperti apa yang akan kita dapat dari luka sebelumnya yang teramat sakit.Aku menyukai indahnya langit,tapi malam dengan ketenangannya lebih aku sukai. _Ayunda ainia lawani Ikhlasku semoga tergantikan dengan indahnya apa yang akan aku pandang di tempat terbaikku.Cintaku...aku ditakdirkan tidak bisa menggenggam mu sendirian.ketika aku memandang langit,biru dan putih terhampar sangat luas,ketika aku memandang bumi ini,maka sangat sempit dan tak bisa aku pandangi seluas langit. Akankah bumiku menjadi saksi ikhlasku?? _Mutia bintari rahayu

More details
WpActionLinkContent Guidelines