Januar Biru Sagara

Januar Biru Sagara

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
Mungkin takkan pernah sesakit ini jika aku tidak mencintaimu , Mungkin takkan pernah sehina ini jika aku tidak menyayangimu , Mungkin , aku terlalu dalam menyelami lautan itu. ; Januar Biru Sagara Lelaki berparas indah tentu tak heran jika para gadis selalu dibuat menjerit olehnya. Karena pesonanya , tentu kharismanya pula membuat para gadis tak segan untuk memujanya. Tubuh atletis , tinggi badan yang sempurna , dada bidang , senyum tipis menawan serta berambut jambul tebal. Siapa yang tak ingin mempunyai pasangan seperti Biru? ; Senja Amaranggana Gadis lucu , serta cantik. Tak kalah pula dengan Biru yang dipuja oleh para gadis. Begitu pula dengan Ara. Tak segan - segan banyak sekali lelaki yang menyatakan cintanya secara langsung ataupun tidak padanya. Tapi sayangnya , Ara selalu bersikap acuh tak acuh. Bahkan terkenal sebagai "Singa Gadis." di sekolahnya. Biru dan Ara , apakah cinta mereka semulus film - film yang sebelumnya pernah mereka saksikan ?
All Rights Reserved
#122
biru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • MY FAVORITE GIRL (being written)
  • Biru & Putih | Jaesoo
  • Jingga di Langit Biru
  • Memeluk Kabut
  • Sabiru (On Going)
  • Seperti Sedang Bermimpi [ON GOING]
  • Awan putih dan langit biru
  • Waiting Without A Promise
  • Benggala Ku Tak Abadi

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines