Helen dan Sukanta - Pidi Baiq

Helen dan Sukanta - Pidi Baiq

  • WpView
    Reads 1,029
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2020
Written by @Faisolrhama Di Restoran Indonesia Lachende Jaavan, Haarlem, Belanda, tahun 2000, Nyonya Helen bercerita kepada saya tentang masa lalunya selama dia tinggal di Hindia Belanda, yang kini bernama Indonesia. "Saya lahir dan tumbuh di Ciwidey. Masa remaja saya, saya habiskan di Bandung, sampai kemudian Jepang datang pada tahun 1942 dan mengubah semuanya. Nyonya Helen kemudian menceritakan juga kisah asmara yang dia jalin bersama Sukanta, seorang pribumi. "Firasat saya benar, saya menyukai Sukanta. Itulah yang saya rasakan." Harus ada yang mengerti bagaimana Nyonya Helen merasakan semua kenangannya. Tidak ada yang tahu sudah berapa banyak rasa rindu menguasai dirinya sejak dia mengucapkan selamat tinggal kepada Indonesia. "Nah, sekarang, diamlah. Ini cerita saya, dan semuanya benar-benar terjadi." Copyright ©Januari 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE ROAD
  • MetamorfoSoul
  • POLAROID
  • A RICH TASTE [On Going]
  • Gundik
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Ellie's Redamancy
  • AREEN [the Queen of Azriel]
  • JIMAT (Siung Celeng Sing Mati Ora Mergo Dipateni)
  • Mistake [SELESAI]

---------------------------------------------- This work is protected under the copyright laws of the Republic of Indonesia (Undang-Undang Hak Cipta Republik Indonesia no.19 tahun 2002). Any reproduction or other unauthorised use of the written work or artwork herein is prohibited without the express written permissions of the author. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means - for example, electronic, photocopy, or recording. This is a work of fiction. Names, characters, incidents, and dialogue are products of the author's imagination and are not to be constructed as real. Any resemblance to actual events or persons, living or dead, is entirely coincidental. ---------------------------------------------- Novel in Bahasa Indonesia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines