21 JANUARI

21 JANUARI

  • WpView
    LECTURAS 79
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 18, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
WARNING!!! 21 Januari, tanggal patah hati yang paling menyakitkan. Bagaikan dipukul dengan kerasnya palu, rasanya begitu menyesakkan. Tangisan pilu terdengar bagai irama syahdu yang membuat genangan air di pelupuk mata tak dapat tertahan. Hingga terus mengalir tapi, tak juga berhenti. Fakta yang kuanggap klise ternyata bertolak belakang dengan keadaan. 21 Januari, tanggal berakhirnya kehidupan, yang memporak-porandakan hati banyak orang. Selamat tinggal dunia. Selamat datang penyesalan. Selamat berakhirnya kisah 21 Januari. DONT COPY MY STORY!!!
Todos los derechos reservados
#292
dara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • This Really Hurts [END]
  • IM br(OK)en✓
  • ALVIVA (END)
  • MIRAGE (Completed)
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • PERGI | New Story  ( END )
  • Kanaya & Devano [END]
  • MENEPI UNTUK PERGI [END]
  • (Not) a Perfect Life

[Teenfic, Friendship, Angst, Romance] ~Second Story~ 🎖 # 1 Penderitaan - 24 Mei 2023 🎖 # 1 Angst - 28 Januari 2022 🎖 # 1 Kesedihan - 7 Januari 2022 🎖 # 1 Rapuh - 14 Agustus 2021 🎖 # 1 Hancur - 25 Agustus 2021 🎖 # 1 Broken - 30 Agustus 2024 🎖 # 2 Lelah - 29 Maret 2023 🎖 # 3 Keluarga - 16 Agustus 2022 🎖 # 4 Sakit - 28 Januari 2022 Do not plagiarize if you feel you are not trash! Cover by Pinterest ...... Latisha, seorang gadis tangguh yang selalu berusaha menyembunyikan kerapuhannya dari orang-orang sekitar. Sedari kecil ia mengalami berjuta kepedihan. Dimulai dari tak dianggapnya ia oleh kedua orang tuanya sendiri karena sebuah kejadian buruk di masa lalu. Dijauhi dari pergaulan sebab dianggap munafik. Hingga mengidap penyakit kronis yang mematikan. Tidak ada kata bahagia sama sekali di dalam hidupnya, sampai-sampai dia selalu memohon agar tak diberikan kesempatan lagi untuk bisa membuka kedua mata di pagi hari. Gila memang, tapi dia tidak berbohong. Dia ingin menyerah, namun tak pernah bisa. Dia tak bisa pergi meninggalkan dua orang yang sangat dia sayangi, yaitu adik dan teman sekaligus sahabat pertama yang dia punya. Seorang sahabat yang telah berhasil membuat dia kembali mengenal senyum dan tawa. Seorang sahabat yang sudah dia anggap seperti keluarga. Seorang sahabat yang tanpa sadar dirinya cintai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido