My Grandma

My Grandma

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 16, 2025
Andira Sagita Putri, 22 tahun, guru SD yang menjadi incaran wali muridnya, atau lebih tepatnya para ayah dari anak didiknya. Tatapan sengit dari para ibu-ibu selalu dia dapat saat menginjakkan kakinya ke sekolah dasar itu. Tak ambil pusing dengan bendera perang yang dikibarkan para ibu-ibu itu, Dira lebih memilih menghabiskan waktunya mengajar anak didiknya. 'Toh! bukan dirinya yang menggoda ayah-ayah dari anak didiknya'-pikirnya. "Kak, mau jadi nenek Bimo enggak?" tawaran gila yang diberikan anak didiknya yang bernama Bimo itu benar-benar membuat Dira terlonjak kaget. Biasanya anak didiknya atau bahkan ayah mereka melamarnya untuk dijadikan, Mahmud, atau bahkan istri. Seperti dua pria yang sudah memiliki istri dan anak itu, selalu merecoki hidupnya hingga Dira menjadi bulan-bulanan para istri mereka itu. "Kamu mau jadi neneknya Bimo?" tanya kakek Bimo. Sungguh gila, seorang Dira guru cantik incaran para wali murid, dilamar oleh kakek-kakek! Tetapi ada yang lain dari kakek-kakek ini. A Story by: Titanium_AuOS:)
All Rights Reserved
#85
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • I love you, Mas Duda
  • CACA (TAMAT)
  • Duda Tampan Itu Suamiku (Kookmin GS)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • ALENCHA [END]
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines