MENAKLUKAN RESTU

MENAKLUKAN RESTU

  • WpView
    Reads 595
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
"Kalau saja waktu itu aku punya keberanian untuk mengungkapkan rasa yang aku pendam selama ini, mungkin hari-hariku tidak dipenuhi dengan penyesalan seperti sekarang" Gumam Agniya dalam hati sesekali ia menyeka air mata yang bulirnya kembali terjatuh Masih terngiang kejadian waktu itu "Siapa perempuan itu?" Tanya Agniya sambil menahan bulir-bulir bening yang menggumpal di netranya dan siap untuk segera luruh membasahi wajah. "Apa peduli mu? Apa kau cemburu? Inikan yang kau rencanakan selama ini? Kau sendiri yang menyuruhku untuk meninggalkanmu, melarangku bersikap baik padamu" Degg ucapan Dipta amat sangat nyeri membuat ngilu dan menusuk hingga ke ulu hati Agniya. "Tapi itu bukan rencanaku, Dipta" "Lalu rencana Tuhan?" Agniya terdiam, dengan susah payah menelan gumpalan besar di tenggorokannya. Kisah mereka berdua saat masih berstatus mahasiswa harus kandas. Namun pertemuannya kembali di dunia kerja ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai. Benih cinta kembali tumbuh rimbun diantara mereka, akankah mereka bisa kembali bersama?
All Rights Reserved
#127
pertemuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartlessly (TAMAT)
  • Dibalik Topeng Casanova
  • ASHA
  • My moon My sirius
  • Surat Untukmu
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • A Symphony of life
  • ARKASYA
  • Can Is Mine

#234 in chicklit (21 Juli 2018) #399 in chicklit (23 maret 2018) #317 dalam Masa SMA (11 mei 2018) "Katanya, kesempatan kedua itu ada. Namun aku tak pernah benar-benar mendapatkan hal itu." -- Naira Anjani. "Aku pernah mendapatkan kesempatan kedua, namun masih adakah kesempatan lain untukku?" Raffadika Wijaya kusuma. 》》》》》 JAKARTA-BANDUNG. Bagi Naira anjani, gadis cantik bermata indah, Jakarta adalah kota masa lalu yang penuh luka. Sedangkan Bandung adalah pendewasaanya. Ia lebih memilih untuk tinggal di Bandung setelah apa yang terjadj pada dirinya saat ia tinggal di Jakarta. Saat ia harus terluka karena sebuah pengkhianatan. Namun semua masalah tak berhenti ketika ia pindah ke Bandung. Masalah semakin bertambah komplek ketika ia mulai bertemu kembali dengan laki-laki yang menjadi alasannya untuk pindah. Lebih dari itu, ia takut kejadian masa lalu akan terulang kembali. Untuk selanjutnya, Naira hanya membiarkan semuanya mengalir seperti air yang bermuara ke laut. Namun sayang, karang selalu menghadangnya. Membuat Naira harus menabrak karang itu hingga akhirnya ia terluka. Dan pada saat itu juga ia ingin mengakhiri semuanya. Happy reading....

More details
WpActionLinkContent Guidelines