Story cover for Surat Kabar Untuk Masa Depan ✔ by memoriyuna
Surat Kabar Untuk Masa Depan ✔
  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
Complete, First published Jan 21, 2020
[COMPLETED] 

Hai, ini aku, si masa lalumu. Apa kabar? Apakah kau sudah sembuh?

Hari ini kutuliskan kisah tentang waktu. Kuharap di masa depan kau dapat memetik rindu, dan pulih dari sendu. 

Hari ini biarlah kuhimpun dulu segala pilu. Agar di kemudian hari kau mengerti setiap alasanku mempertahankan waktu. 

-

Copyright ©2020-2021Riyuna Ibrahim 
All rights reserved.

No part of this work may be reproduced in any form or by any means, including photocopying, without the prior written permission of the copyright owner.
All Rights Reserved
Sign up to add Surat Kabar Untuk Masa Depan ✔ to your library and receive updates
or
#5lembar
Content Guidelines
You may also like
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] by tiaxyl
28 parts Ongoing Mature
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
[✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi by hamadacaptain
22 parts Complete
Asahi dulu sangat percaya dengan kekuatan cinta. Namun, hal itu tidak berlaku untuk sekarang. Manisnya cinta, akan terkalahkan karena pahitnya rasa luka. Masa lalu yang kelam membuat Asahi menjadi takut untuk jatuh kedalam lingkaran cinta. Hingga tuhan mengirimkan seseorang untuk merubah pemahamannya terhadap cinta Aku selalu berdo'a kepada tuhan untuk terus menetapkan kami bersama selagi masih berada di alam semesta, bercerita kepada dunia bahwa ada sepasang insan yang sedang saling mencinta, berbagi senja sepiring berdua, dan menikmati manisnya rindu bersama Dulu mungkin aku hanya menganggap cinta ini hanya delusi semata. Kata 'butuh' terlalu sulit untuk berubah menjadi 'ingin'. Namun dirimu selalu meyakinkan apa arti cinta itu sendiri, jangan ajari sajakmu mengucap dusta, sebab mulutmu akan dibungkam kenyataan. Aku hanya takut jika nanti semuanya tidak sesuai dengan kata Ada hal yang lebih aku takuti dari ketidak pastian, yaitu saat aku ingat bahwa aku akan kehilanganmu. Karena pada dasarnya tidak akan ada yang abadi di bumi. Nanti, jika cinta sudah dirasa berada akhir dari cerita, mohon biarkan lembaran-lembaran cintaku akan ada untuk selamanya Halo semuanya, ini book pertama aku. Mohon maklumin ya kalau tulisannya banyak yang acak-acakan, pemahamanku tentang menulis juga masih sedikit, aku harap kalian suka sama book ini. Kasih aku kritik dan saran untuk menjadi penulis yang lebih baik lagi. Mohon dukungannya ! Warning ! - Baku (Maaf jika ada kata non baku) - Bromance Area - Status : End
You may also like
Slide 1 of 8
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
The Fallen Petals || Ryomen Sukuna cover
Dear Nata (Selesai) cover
[✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi cover
Rumah Tanpa Lentera  cover
SMARA DIKTA cover
𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷] cover
Free Lady : Alternis Time cover

Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ]

28 parts Ongoing Mature

"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.