Semangkuk Indomie di atas meja itu tak lagi terasa sama. Aromanya masih sama, rasanya pun tak berubah, tapi kehangatan yang dulu menyertainya telah pergi bersama seseorang yang tak akan pernah kembali. Di kamar kos yang kini terasa hampa, ia duduk sendirian, mengingat tawa dan canda yang dulu memenuhi ruangan ini. Setiap suapan membawa kenangan yang mengusik rindu, mengingatkannya pada janji-janji sederhana yang tak sempat terpenuhi. Bagaimana caranya melupakan, jika semangkuk mie instan pun menyimpan kenangan yang begitu dalam? Untuk semangkuk rindu, untuk cinta yang tak pernah sempat diucap, ia mencoba berdamai dengan perpisahan yang tak pernah diinginkan.
More details