Heart
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 13, 2023
BRUUUKK "Aww.. Kalau jalan hati-hati dong!!" ucap Alya setelah menabrak seseorang sambil membersihkan roknya. Sedangkan orang yang ditabraknya hanya diam tanpa niat ingin membantu. "Heeh.. Kok lo nggak minta ma.. " DEGG Seketika amarahnya hilang ketika mata coklatnya bertemu dengan mata hitam yang tajam namun entah mengapa Alya merasa tenang memandangi mata tajam itu. Dan ada apa dengan jantungnya? Ia merasakan hal yang aneh. Bukan rasa sakit yang selama ini ia rasakan sebelumnya, melainkan sebuah rasa yang Alya sendiri tidak tau itu. Entah kenapa rasa itu tidak asing bagi dia. Tapi apa? Lalu tanpa mengatakan apapun orang itu pergi meninggalkan Alya yang masih tertegun memandangi kepergiannya. "Ada apa dengan jantung gue? " batin Alya
All Rights Reserved
#173
alya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • ELZEAN [On Going]
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • Walk On Major
  • Arsyilazka
  • JANUARGHA
  • 31 Months for You (Revisi)
  • ZIELIA
  • AIRen
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines