Heart
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
BRUUUKK "Aww.. Kalau jalan hati-hati dong!!" ucap Alya setelah menabrak seseorang sambil membersihkan roknya. Sedangkan orang yang ditabraknya hanya diam tanpa niat ingin membantu. "Heeh.. Kok lo nggak minta ma.. " DEGG Seketika amarahnya hilang ketika mata coklatnya bertemu dengan mata hitam yang tajam namun entah mengapa Alya merasa tenang memandangi mata tajam itu. Dan ada apa dengan jantungnya? Ia merasakan hal yang aneh. Bukan rasa sakit yang selama ini ia rasakan sebelumnya, melainkan sebuah rasa yang Alya sendiri tidak tau itu. Entah kenapa rasa itu tidak asing bagi dia. Tapi apa? Lalu tanpa mengatakan apapun orang itu pergi meninggalkan Alya yang masih tertegun memandangi kepergiannya. "Ada apa dengan jantung gue? " batin Alya
All Rights Reserved
#35
juna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Gula - Gula
  • JANUARGHA
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • ZIELIA
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines