Catatan Hati Seorang Indi

Catatan Hati Seorang Indi

  • WpView
    LETTURE 10,910
  • WpVote
    Voti 1,628
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, apr 10, 2021
Ini berisi tentang catatan hati seorang Indi. Ingat, Indi bukan Istri. Karena kalau Istri itu judul sinetron. Indi menghabiskan waktunya dengan berjualan masker wajah. Menjadi reseller disalah satu produk membuat Indi harus pandai-pandai merayu konsumen agar tertarik membeli produknya. Demi Neptunus! Menjadi reseller di situs belanja online dengan latar pendidikan S1 benar-benar tak pernah terpikirkan olehnya. Seharusnya jika Allah menghendaki dia sudah bisa duduk sok sibuk di kursi yang bisa berputar dan juga didepan komputer yang menampilkan diagram ala perusahan yang dinontonnya di TV. Tapi, maaf anda belum beruntung. Dibanding duduk sok sibuk di kursi yang bisa berputar ala bumi mengitari matahari, Allah menjadikan dia manusia terpilih yang harus setiap saat bermesraan dengan segala akun yang terhubung dengan internet tempat promosi. Jangan lupakan terkadang dia harus siaran langsung di akun pesbuk dan jangan tanya berapa orang yang sudah melihat siarannya, oh jangan lupakan banyak yang tanya harga lalu tiba-tiba tak ada kabar. "Hai sis, ini ada masker terbaru dari produk Cantip, banyak varian banyak manfaat. Jangan ragu buat cobain masker wajah ini, oh halo kakak yang dari Sulawesi, hai juga kakak dari Aceh. Ayok kak di beli maskernya, cukup Lima belas ribu rupiah ajah bisa dapet muka glowing shining shimering splendid. Bisa dipake sampe 4 kali loh kak, harganya terjangkau" Dan setelah itu dia harus minum tiga gelas air untuk mengganti semua energi yang menghilang secara perlahan. Lalu seperti biasa, setelah melakukan siaran langsung pasti ada satu notif pemberitahuan yang langsung masuk. Dari akun TumpahseAe : saya beli semua kalau mbaknya mau jadi istri saya
Tutti i diritti riservati
#7
bisnisonline
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Cinta Salah Kirim
  • i hate you bossy!
  • My Man
  • Tasha! (A Sequel of Pakdhe!)
  • Sudut pandang (felisha)
  • Secangkir Kopi & Pencakar Langit (#1)
  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Bertaut Rasa (Gratis)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti