TERSIMPAN DALAM INGATAN

TERSIMPAN DALAM INGATAN

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing53m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
WpInfo
Fiction
Social Themes
... "Ada apa? Kamu menangis na??" Tanya saka seraya mendekat Aku hanya diam .. hanya air mata inilah yang mengalir dengan lancarnya . "Sudahlah jangan menangis lagi .. , ini kartu pelajarmu .. sudah aku ambil dari mereka berdua " sambil menyodorkan barang itu kearahku.. Aku masih terdiam dengan posisi yang belum berubah . Berat rasanya ingin bicara .. atau mungkin rasa sebalku ini telah mencapai puncak ?? Hemm .. Entahlah akupun tak tau ... Hari bulan dan tahun pun berganti , dan mungkin rasa itu tidak akan pernah hilang. Hanya memang aneh aku tak sempat bahkan tak bisa memilikimu tapi aku tidak sanggup melupakanmu saka. ...
All Rights Reserved
#309
dalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE LAST POWER
  • Dear My Lope's
  • KAU BAHAGIAN HIDUPKU
  • Seteguh Kasih Kita (C)
  • Ranjang sahabatku
  • Jangan Berpaling Dariku
  • Nyangga
  • Shinjitsu No Koi

Prolog Hari masih terlalu gelap ketika matahari terlihat malu-malu untuk memunculkan dirinya. Udara terlalu basah akaibat hujan semalam. Walau seperti itu, terlihat seorang pemuda berambut jabrik bewarna kuning cerah berjalan dalam pagi yang belum sempurna itu. pemuda yang kita tahu bernama Namikaze Naruto itu berjalan pelan. Bukan karena sok keren seperti di film-film tapi jika ditelisik wajah tannya maka dapat disimpulkan bahwa sang Namikaze bungsu tersebut tengah menahan air mata yang sebebtar lagi akan terjun bebas. Hatinya terluka. Kepercayaanya telah dikhianati. Kesetiaannya dianggap angin belaka. Jika orang yang selama ini menjadi pahlawanmu ternyata tak lebih dari seorang bajingan, apa yang kamu rasakan? Sungguh, ia merasa dunia bukanlah tempat yang indah lagi. Sudut pandangnya pada dunia seakan telah tertutup duka yang terlalu dalam. Drtt... Drtt... Naruto melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia mendengus pelan. Sama sekali tak berniat untuk mengangkat telefon dari 'dia'. Untuk apa? Untuk apa ia harus berhubungan dengan orang yang telah menorerkan luka yang tak tahu kapan akan sembuh? Sebenarnya Naruto bukanlah pemuda yang suka mendendam. Jika kau tak berlebihan dalam mengganggunya di jamin senyuman 10.000 volt miliknya masih akan terpasang. Tapi, mungkin senyuman itu kini telah tertelan gerhana. TBC

More details
WpActionLinkContent Guidelines