TERSIMPAN DALAM INGATAN

TERSIMPAN DALAM INGATAN

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing53m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
... "Ada apa? Kamu menangis na??" Tanya saka seraya mendekat Aku hanya diam .. hanya air mata inilah yang mengalir dengan lancarnya . "Sudahlah jangan menangis lagi .. , ini kartu pelajarmu .. sudah aku ambil dari mereka berdua " sambil menyodorkan barang itu kearahku.. Aku masih terdiam dengan posisi yang belum berubah . Berat rasanya ingin bicara .. atau mungkin rasa sebalku ini telah mencapai puncak ?? Hemm .. Entahlah akupun tak tau ... Hari bulan dan tahun pun berganti , dan mungkin rasa itu tidak akan pernah hilang. Hanya memang aneh aku tak sempat bahkan tak bisa memilikimu tapi aku tidak sanggup melupakanmu saka. ...
All Rights Reserved
#409
dalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • Dear My Lope's
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]
  • KAU BAHAGIAN HIDUPKU
  • Nyangga
  • TAUBAT (Gay's Story)
  • Jangan Berpaling Dariku
  • My Love in Air
  • 𝐒𝐞𝐭𝐞𝐠𝐮𝐡 𝐊𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐊𝐢𝐭𝐚
  • [COMPLETE] Fall In Love  ++BTS FanFic++

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines