I'll Take That Back!

I'll Take That Back!

  • WpView
    Membaca 550
  • WpVote
    Vote 254
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 22, 2023
(Mengandung konten sensitif, bijaklah saat membaca, Peaches) "Kalau aja ada mesin waktu, gue janji bakal ngubah semuanya!" Zara mengutuk polisi-polisi yang sengaja datang di hari pertamanya di sekolah baru, dan Ryan, teman barunya yang ternyata pengkhianat. Namun, setelah menangis seharian, tiba-tiba dunia di sekelilingnya menghitam, dan Zara kembali lagi ke hari itu. (PART PENDEK & ENJOYABLE BUAT YANG MALES BACA) Started from: 25-01-2020 Finished on : ------------
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#111
regret
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Renjana [COMPLETED]
  • Belong
  • Matahari untuk Arinda ✔️
  • About Ana [Completed]
  • I Miei Segreti [ON GOING]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • My Possesive Boy Friend
  • About Time
  • Seander

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan