ME AFTER YOU

ME AFTER YOU

  • WpView
    Reads 457
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
*** Mobil berwarna merah yang dikendarai Eros Andrew melaju dengan cepat menembus kabut malam. Jalanan besar diantara hutan dan jurang yang belum diterangi lampu membuat perjalanan semakin mengerikan. Lua, wanita yang duduk disebelahnya, memegang erat-erat lengan Eros. "Ini gila Eros!!" Teriak Lua. Eros tidak menggubris Lua yang ketakutan disebelahnya. Eros terus menginjak gas tanpa sedikitpun berfikir untuk melambatkan laju mobil. Saat ini yang dipikirkannya adalah anak perempuan dan anak laki-lakinya. Mereka berdua yang sudah berpisah belasan tahun harus kembali bersatu agar selamat dari buah perbuatan Eros dulu. Penyesalan yang selalu datang terakhir membuatnya buta, membuat Eros menghalalkan segala cara untuk memperbaikinya. Keputusan Eros untuk memisahkan mereka berdua dulu adalah salah satu hal yang paling disesalinya. Mengetahui waktu semakin tipis, mengetahui bahwa kedua anaknya telah menjadi korban. Eros memaki dirinya sendiri setiap detik dalam pikirnya. Jika masih sempat, Eros ingin meminta maaf pada kedua anaknya, menginginkan mereka untuk kembali menjadi saudara. "Bisakah kamu sedikit melambatkan mobilnya?!" Tanya Lua. "Lua, aku meminta maaf, maaf atas semua hal. Maaf atas pilihanku mengembalikan Kikan ke ibu kandungnya. Maaf telah membuatmu jauh dari putra mu Kalen. Maaf telah menghancurkan keluarga kecil kita..." Eros menatap kearah spion diatas kepalanya. Dibelakang mereka sudah terdapat mobil polisi yang mulai menyamai kecepatan mereka. "Maaf aku selalu menjadi pengecut dan lari dari..." DOR!!! Tembakan itu mengenai ban belakang mobil Eros. Membuat mobil kehilangan keseimbangan dan terguling berkali-kali sebelum jatuh kejurang. Eros yang masih dapat melihat istrinya, menggenggam tangan Lua erat. Walau tau mereka tidak akan selamat Lua membalas genggaman itu. "Maafkan aku..." kata Eros sekali lagi. ***
All Rights Reserved
#329
siblings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • My beloved son
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • [END] Perfect Half
  • KILLALFA

"Kenapa sih lo gak pindah aja ke agama gue Lun?" Tanya Andreas serius. "Kalo, gue pindah agama ke agama lo, yakin lo masih mau nerima gue?" Balas Luna dengan senyum manisnya yang tidak terkesan dibuat-buat. "Maksud lo?" Andreas menaikkan alis matanya sebelah dan sedikit memicingkan matanya, pertanda ia bingung akan pernyataan Luna tadi. "Tuhan gue aja berani gue KHIANATIN apalagi lo nanti?" Jelas Luna simple. Setelah Andreas mencerna setiap kata yang dilontarkan perempuan didepannya, Ia langsung mengembangkan senyum manisnya. Pertanda bahwa ia mengerti apa yang dimaksud oleh perempuan itu. "Kalo gue pindah agama demi lo?" Tanyanya lagi. "............." Luna tersenyum kearah Andreas, sementara Andreas yang mendengar pernyataan Luna langsung membawanya kedalam dekapannya. Hangat. Nah loh...... jadi mereka gimana yaaa? Yukyukyuk di liat cerita receh ini ^-^)~ Btw ini karya aku yang pertama:) Gausah serius2 amat deh :v ini cerita absurd kok yang mungkin bisa buat perut kalian meledak karena rasa mual ketika membaca cerita ini atau membuat kalian jingkrak" diatas pohon kaktus karena heran dengan cerita ini :v Hohohooo... Cerita sudah lengkap yaa guyss💕👍✌ -Rara- #SalamDariPenulisYangSukaTypo💕

More details
WpActionLinkContent Guidelines