Damian

Damian

  • WpView
    Reads 8,645
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Feb 12, 2020
18++ Sifat dingin dan kejamnya seorang Damian Jaiden Alexcandra berawal dari sebuah kisah tragis, dimana sang tunangan ditembak mati tepat didepan matanya. Tak mampu bergerak, merasa badannya terkunci, Damian hanya melihat apa yang terjadi di depan matanya. Terkejut? tentu Damian terkejut. Tetapi Damian tidak bisa melakukan apa-apa sebab, semua terasa tiba-tiba. Hingga suatu ketika, Damian mengetahui siapa pelaku dibalik pembunuhan tunangannya itu, Jhon Peter. Ya pria beristri dan memiliki seorang anak itu adalah otak dibalik penembakan tragis itu. Jhon Peter, pria gila dan terobsesi terhadap kekayaan dari tunangannya sehingga membuat rencana busuk tersebut. "Akan kubuat anakmu seperti tunanganku Jhon, sampai dia akan memilih mati dengan sendirinya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • DAMIAN •|ANTAGONIS|•
  • Tawanan Fabio's 2 (Kau dan Aku takkan pernah usai) (TAMAT)
  • Antagonis Husband (END)
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Save Me 18+
  • Z̶e̶l̶ian 3: Definisi Sempurna
  • Zeefazka
  • Dendam Cinta Tuan Sagara

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines