We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
CREEPYPASTA #2 HORROR STORIES

CREEPYPASTA #2 HORROR STORIES

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
aku berjinjit, memalingkan tolehku kesegala arah. rumah tua, menyimpan banyak perkara. kulangkahkan kaki kananku. wangi melati menyeruak menyentuh hidung ku. "camelia..camelia..camelia.." namanya ku panggil kali tiga. sosok tubuh berjalan lunglai. rambut panjang terberai.. camelia..gadis tanpa muka. mencoretkan derita dengan tinta. tinta darah para pembunuhnya. camelia terduduk dalam tunduk. meracau dalam bisik-bisik busuk. bagai mantra mandraguna. kau bisa tuli seketika. ku coba membaca. alur kalimat berantakan. tragedi mati camelia. buka sekadar kecelakaan. #OLIVIA'R
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Sleep With Nightmare
  • my story horor in my life (SELESAI)
  • Short Story (Horror)
  • Penghuni Malam
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Back To Home
  • Pulang | Blaze & Ice |  (✓)

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines