Love is Untlitted

Love is Untlitted

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"INI BAYIKU!" -Unnaya Mikayla. "BUKAN!! Darahku mengalir di dagingnya, jelas INI BAYIKU!" -Adiba Shafiyatunnisa Anargya. "Aku ibu dari BAYIKU," -Unnaya Mikayla "Bagaimana bisa? Dia hadir dari jalan lahirku, pernah ada dalam rahimku. Masih tetap BAYIMU?" -Adiba Shafiyatunnisa Anargya. Aku adalah ibu dengan sejuta derita. Menyakitkan sekali menjadi aku, mempertaruhkan hidup dan matiku untuk semua orang, namun aku tidak akan mampu hidup jika separuh nyawaku dirampas orang lain. Tidak khawatir hidup hampa tanpa sesuatu yang gemerlap, tapi jangan biarkan aku hidup tanpa buah hatiku. Harta yang amat berharga. Luka yang kalian berikan sangat dalam di hati ini, sampai kapanpun akan ada dan akan selaluku rasakan sampai benar benar-benar hilang dan tidak lagi membekas. Hari-hari cerah sudah tidak lagi nampak, hanya satu titik yang bersinar. Air mata dan penderitaan terlihat nyata. Jangan ambil bayiku, ambil saja kebahagiaanku. Kamu tersakiti karena harus berbagi suami denganku, tugasku berbagi bayiku denganmu. Tapi ingat, bukan berarti kamu membawa sepenuhnya dariku. Meski darah dan nanah keluar dari tubuhku, hingga aku berhenti di titik penghabisan, aku tetap akan merawat bayiku sendiri. Tidak ada yang berhak menjaganya selain aku. AKU IBUNYA, DIA BAYIKU!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Air Mata Cinta
  • Promise Me ( END )
  • Love, Anastasia
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • DIKANESHA

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines