-Utusan Langit Untuk Bumi-

-Utusan Langit Untuk Bumi-

  • WpView
    LECTURAS 119
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 22, 2020
Hujan seakan menjadi pengiring semesta, terasa air dari langit tak setetes pun turun, hanya debu dan kering yang melukis. Ranting menjadi saksi bahwa air tak pernah lagi menyentuh bumi. Ku tunggu langit hitam di lembah senja. Langkah ku berlari dalam hujan yang tak sempat ku sampaikan pada awan. Beriringan, kedamaian, kerinduan itulah alasan ku memilih hujan. Sebagian manusia percaya bahwa terdapat lagu pada rintik hujan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu akan sesuatu. Semua berlalu bagai lagu. Hujan telah mereda namun air mata tak kunjung reda kala memandang tangisan semesta.
Todos los derechos reservados
#124
pergi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rain Sound
  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI
  • Biarkan aku yang pergi
  • Gadis Hujan
  • I Hate Rain
  • Rain : Because of You [On Hold]
  • Rianbow [SHS 1]
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • DENIAL

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido