-Utusan Langit Untuk Bumi-

-Utusan Langit Untuk Bumi-

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2020
Hujan seakan menjadi pengiring semesta, terasa air dari langit tak setetes pun turun, hanya debu dan kering yang melukis. Ranting menjadi saksi bahwa air tak pernah lagi menyentuh bumi. Ku tunggu langit hitam di lembah senja. Langkah ku berlari dalam hujan yang tak sempat ku sampaikan pada awan. Beriringan, kedamaian, kerinduan itulah alasan ku memilih hujan. Sebagian manusia percaya bahwa terdapat lagu pada rintik hujan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu akan sesuatu. Semua berlalu bagai lagu. Hujan telah mereda namun air mata tak kunjung reda kala memandang tangisan semesta.
All Rights Reserved
#61
kering
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI
  • RAIN
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • Pelangi Setelah Hujan
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Kisah Dari Langit
  • Rain Sound
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Rain : Because of You [On Hold]

Banyak yang menyukai hujan karena ketulusan hujan pada bumi, ia selalu datang lagi pada pelukan bumi meski harus jatuh berkali-kali. Tapi setelah di pahami, ada yang lebih tulus dibanding hujan, tau ga siapa? yaitu awan. Karna awan mengikhlaskan hujan jatuh kepelukan bumi. Bisa kita bayangin kan sesusah apa awan buat ngelepas hujan. terkadang ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, maka kita akan mengikhlaskan melepas ia level tertinggi mencintai adalah ketika kita rela ngelukai diri kita sendiri demi kebahagiaan dia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines