"Ra, aku mencintaimu. Kamu cantik, kamu baik, kamu sempurna. Tapi, maaf, takdirku bukan bersamamu." Ali berkata di depan jendela kamarku, di atas ILY.
"Hah? Apaan sih, Ali. Maksudnya apa?" wajahku terlipat, tidak bisa berpikir jernih. Ali menatapku, mata hitamnya indah, kulit putih pucatnya terlihat sempurna dan rambutnya yang tidak berantakan membuatnya "tampan"
Ia berbalik badan, masuk ke dalam ILY, mengambil sesuatu. Umm, undangan.
Aku menerimanya, lalu membacanya. "Tunangan Ali dan Lena"
Lena? Perempuan tidak tahu malu itu?
"Kamu tahu, Ra? Aku juga mencintai dia, melebihi kamu. Terimakasih untuk segalanya. Aku pergi dulu." ILY melesat pergi. Meninggalkan aku yang masih terpaku di depan jendela.
/////
Cerita ini hanya karangan penulis saja yaa, bukan karya Bang Tere.
Hope you like it, terutama buat yang nge-ship Ali dan Ra, hihi. Thank you❤️
[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU]
Kalian pernah menyukai seseorang?
Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan?
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian?
Senang? Kaget? Tidak menyangka? Bahagia tentunya.
Itu yang dirasakan Bulan saat ini. Namun, ia merasa keanehan sebab orang yang mendekatinya ini baru saja putus sebulan lalu. Apa alasannya mendekati Bulan? Mengapa?
Jika kalian jadi Bulan bagaimana? Apa akan menerima? Atau menolaknya?
"Aku bahagia pernah menjadi bagian cerita dalam hidupmu. Aku juga bahagia pernah menjadi alasanmu tersenyum."_________Bulan
_______________________________
Jangan lupa follow
Tak kenal maka tak sayangkan?
PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!⚠️
Mentahan cover : pinterest