Second Chance, First Love

Second Chance, First Love

  • WpView
    Reads 116,954
  • WpVote
    Votes 9,694
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Anak bermata coklat muda ini telah membuatku menjadi seorang ibu tanpa kuminta. Tapi kehadirannya telah mendewasakanku. Cinta padanya tak serta merta datang, dia hadir di waktu yang tidak tepat. Namun perlahan dia berhasil meluluhkan hatiku, yang kemudian menerimanya jadi bagian hidupku, menjadi separuh dari nyawaku. Menjadi ibunya adalah kebahagiaan, terkadang juga kebanggaan. Dia membuatku merasa istimewa dan berharga. Sampai 14 tahun kemudian, remaja kecil pendamping hidupku memohon satu permintaan yang tidak pernah jadi pilihan dalam hidupku. Anakku ingin aku menikah. Bukan mencarikannya seorang Ayah tapi memintaku mencari seorang suami. ============ Author's note: Cerita tentang proses belajar menerima diri sendiri untuk bisa menerima orang lain. Berusaha mencintai diri sendiri untuk bisa mencintai orang lain. Tentang memaafkan diri sendiri untuk kemudian ikhlas memaafkan orang lain. Berharap bukan untuk menuntut hak dan menerima bukan untuk pasrah tanpa berjuang. Cerita kemungkinan akan berjalan cukup panjang, semoga bisa menikmati perjalanan sederhana ini.
All Rights Reserved
#585
cintapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When I Found You [COMPLETE]
  • Dendam Cinta Sehati
  • Dijodohkan dengan Adik Suamiku
  • Takdir
  • ʏᴏᴜɴɢ ᴍᴏᴍᴍʏ
  • Second Chance (Setialah Bersamaku)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Bagaimana jika pada akhirnya aku memintamu untuk menjadi wanita seutuhnya dalam hidupku? Menjadikan mu seseorang yang hadir di setiap aku membuka mata dan menjadikan mu sebagai ibu dari anak-anakku. -Aditya Pratama- Aku tidak percaya cinta datang pada pandangan pertama, tapi aku percaya cinta bisa datang tanpa pernah di minta. -Flaressa Anindya- Jakarta, 31 Maret 2016 BELALA

More details
WpActionLinkContent Guidelines