Second Chance, First Love

Second Chance, First Love

  • WpView
    Reads 116,324
  • WpVote
    Votes 9,685
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
Anak bermata coklat muda ini telah membuatku menjadi seorang ibu tanpa kuminta. Tapi kehadirannya telah mendewasakanku. Cinta padanya tak serta merta datang, dia hadir di waktu yang tidak tepat. Namun perlahan dia berhasil meluluhkan hatiku, yang kemudian menerimanya jadi bagian hidupku, menjadi separuh dari nyawaku. Menjadi ibunya adalah kebahagiaan, terkadang juga kebanggaan. Dia membuatku merasa istimewa dan berharga. Sampai 14 tahun kemudian, remaja kecil pendamping hidupku memohon satu permintaan yang tidak pernah jadi pilihan dalam hidupku. Anakku ingin aku menikah. Bukan mencarikannya seorang Ayah tapi memintaku mencari seorang suami. ============ Author's note: Cerita tentang proses belajar menerima diri sendiri untuk bisa menerima orang lain. Berusaha mencintai diri sendiri untuk bisa mencintai orang lain. Tentang memaafkan diri sendiri untuk kemudian ikhlas memaafkan orang lain. Berharap bukan untuk menuntut hak dan menerima bukan untuk pasrah tanpa berjuang. Cerita kemungkinan akan berjalan cukup panjang, semoga bisa menikmati perjalanan sederhana ini.
All Rights Reserved
#180
pernikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • philopobhia
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin?
  • Dendam Cinta Sehati
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • When I Found You [COMPLETE]
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Rendra & Lila [END]
  • Takdir
  • Love one get 2

Setiap orang pasti ingin mempunyai jalan hidup yang sempurna, seperti setelah tamat SMA kuliah, kemudian lulus tepat waktu, mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang diharapkan, jatuh cinta, menikah diusia 25 tahun, punya anak yang lucu-lucu Ya seperti itulah mungkin yang diidam-idamkan oleh kebanyakan kaum hawa, atau hanya aku saja? Tapi pada kenyataannya hidup ini tidak seindah apa yang kita bayangkan Ya... aku harus terima hanya lulusan SMA karena orang tuaku tidak mampu untuk membiayai kuliahku. Bekerja dengan gaji yang tidak sampai UMR, dan membantu keuangan keluarga. Bukan mengeluh sich, hanya saja melihat teman-teman lain yang bisa lulus kuliah dan bisa bekerja di suatu perusahaan membuatku merasa Yaaa... begitulah And I'm still jomblo di usiaku yang sudah 27 tahun ha.. ha... ha... sudah jauh dari apa yang aku impikan selama ini Well... it's okay. I'm singlenya and Verry happy Aku cukup bahagia dengan teman-temanku, paling tidak satnight ku tidak sampai jadi sadnight-lah ha.. ha.. ha.. Sampai suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang merubah hidupku. Dan sampai pada akhirnya aku mempunyai suatu pobhia yang dinamakan Philophobia. Dan... Inilah kisahku

More details
WpActionLinkContent Guidelines