DON'T GO
  • WpView
    LETTURE 20
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadCompleta lun, apr 20, 2020
Angel tergesa-gesa menuju rumah sakit, sampai di rumah sakit angel buru-buru menuju resepsionis lalu bertanya "Sus...pasien atas nama leo aditya herawan??"tanya angel tak beraturan "Tunggu ya mbak saya cari dulu datanya"kata resepsionis itu lalu mengambil sebuah buku "Pasien atas nama leo aditya herawan berada di kamar no.275 di lantai 3"kata resepsionis yang sedang bertugas "Terima kasih sus"kata angel lalu buru-buru menuju kamar yang disebutkan oleh resepsionis Brukhhh!!!Angel menabrak seorang laki-laki yang sedang berjalan di koridor rumah sakit "Angel"panggil seorang pria yang suaranya tidak asing bagi angel Angel mendongak"leo...lo sakit?? Sakit apa?? Tanya angel yang membuat leo heran Apa leo akan bercerita pada angel yang sebenarnya?
Dominio Pubblico
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Tunanganku? Oh, bukan! [END]
  • You Are Always In My Heart
  • psycho and indigo [ ON GOING ✔️]
  • Nebbia, the Mafia and the Successor(21+)✔
  • Love Is You (Tamat)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END)

Hari sudah menjelang petang kala itu. Anggun melangkah tertatih keluar dari gudang sekolah. Tubuhnya terluka, namun hatinya jauh lebih terluka dari yang terlihat. Habis sudah air matanya meruntuki apa yang terjadi padanya. Dia sendiri tidak lagi bisa berpikir, apa yang menjadi salahnya? Semenjak dia menginjakkan kakinya di sekolah ini, yang dia rasakan hanya bullyan, cacian dan hinaan. Apa yang salah dengan dirinya, bahkan Anggun juga tidak tahu. Belum cukupkah semuanya itu hingga dia harus merasakan semua ini? Anggun masih bisa menelan itu semuanya walau terasa sangat sakit baginya. Selama ini dia cukup pintar menyembunyikan apa yang dia alami di sekolahnya pada keluarganya. Tidak! Keluarganya tidak boleh tahu apa yang sebenarnya dia alami di sekolah ini. Keluarganya menaruh harapan besar padanya. Tapi, kali ini, apa bisa dia menyembunyikan semuanya ini? Mereka bahkan dengan tega melecehkannya di gudang itu. Mereka yang dengan tawa dan senyum sadisnya seolah malah menertawakan penderitaan yang dialami oleh Anggun. Mereka bertiga, wajah mereka, dan nama mereka, seolah menjadi mimpi buruk bagi Anggun. Tidak! Tidak hanya mereka bertiga, namun semuanya. Semua yang telah membuatnya seperti ini. Mereka dan semua yang telah mereka lakukan, tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Cover by : Canva

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti